Kamis Depan Warga Penambang Unjuk Rasa ke DPRD Madina

Foto: Kondisi Penambangan Ilegal di Madina

Mandailing Natal. StArtNews-Masyarakat penambang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Penambang Mandailing Natal (Ampema) akan berunjuk rasa ke Kantor DPRD Mandailing Natal, Kamis 12 Desember 2019 mendatang.

Rencananya mereka akan berkumpul di Alun-alun Aek Godang pukul 09.00 WIB dan berjalan kaki menuju  Kantor DPRD Madina dengan jumlah massa 5000 orang.

Taupik Pulungan, Koordinator Aksi ketika dihubungi StArtNews, Selasa (10/12) membenarkan hari Kamis lusa Ampema akan berunjuk rasa ke Kantor DRPD Madina dan suratnya pun sudah diberitahukan kepada kepolisian dan DPRD.

“Kami meminta kejelasan status tambang rakyat di Madina kepada Pemerintah dan meminta kejelasan pernyataan pihak DPRD terkait unjuk rasa yang pernah dilakukan di tahun 2017. Kami juga meminta DPRD Madina menjembatani kami untuk membebaskan salah seorang warga Huta Bargot yang saat ini ditahan pihak kepolisian,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan salah seorang warga Huta Bargot yang ditahan kepolisian, Taupik Pulungan, masih enggan berkomentar lebih jelas.

“Kalau soal itu kita tunggu hari Kamis depan ini di lapangan,” sebutnya.

Sementara Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis mengatakan, penyampaian aspirasi itu sah- sah saja dan dia mempersilakan Ampema datang ke DPRD Madina

“Aspirasi itu sah dan boleh dilakukan oleh siapa pun asal dalam koridor batas kewajaran, ” ujarnya ketika dihubungi StArtNews, Selasa(10/12).

Ketika ditanya terkait warga yang ditahan polisi, erwin belum mengetahui penyebabnya secara pasti.

“Sampai saat ini saya belum tahu dan itu mungkin ada kajian hukumnnya,” sebut Erwin.

Selanjutnya Pimpinan DPRD Madina ini menjelaskan mengenai tambang semestinya dalam bahasa siapapun seharusnya tidak ada penutupan, melainkan dilakukan penertiban.

“Pemerintah harus bisa mencari solusi atas situasi rakyatnya. Semestinya masyarakat tambang juga bisa pro aktif untuk kebaikan bersama,” tandasnya.

Seperti diketahui, Bupati Mandailing Natal, Drs. Dahlan Hasan Nasution kepada Kepala Staf Presiden RI Jenderal (Purn) Muldoko saat di Mandailing Natal meminta agar Muldoko bersedia sebagai jembatan agar di Mandailing Natal dikhususkan bisa dijadikan lokasi tambang rakyat, mengingat dari zaman dulu tambang rakyat memang telah menjadi pekerjaan sebahagian warga Mandailing Natal.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi