Kantor PMD Madina Didemo Penggiat Anti Korupsi

Massa persatuan rakyat bicara saat aksi tentang bimtek DD di halaman kantor PMD Madina.

Panyabungan.StArtNews- Puluhan orang yang mengatasnamakan dirinya dari Persatuan Rakyat Bicara Madina berunjuk rasa siang tadi 12/10 di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa atau PMD Kabupaten Mandailing Natal. Mereka menuntut agar Dinas PMD memberikan keterbukaan informasi publik  sesuai amanat UU nomor 14 tahun 2008.

Selain itu massa juga meminta Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution menindak tegas pejabat melakukan penyelewengan. Dan mendesak Kejaksaan Negeri Panyabungan mengusut dugaan penyelewengan Dana Desa.

Aksi unjuk rasa yang dikoordinatori Reza Syahril itu juga mempertanyakan kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) aparatur desa yang dibiayai Dana Desa (DD) yang diikuti seluruh desa yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.

Pasalnya, tingginya biaya yang dikeluarkan dinilai tidak bermanfaat bagi penggunaan uang negara tersebut. Bahkan biaya Bimtek cukup fantastis Rp.9.000.000 sampai Rp.10.000.000 setiap kali mengadakan Bimtek. Dari total anggara bimtek tiap desanya mencapai 50 sampai 60 juta rupiah per desanya, tegas Reza Syahril dalam Orasinya.

Massa menilai, kegiatan Bimtek tersebut terkesan berpoya-poya dan tidak guna. Bahkan diduga Bimtek terkesan proyek titipan yang mengorbankan Dana Desa.

Usai berorasi di depan kantor Dinas PMD massa akhirnya membubarkan diri karena tak satupun pejabat di Dinas tersebut menerima pengunjuk rasa. Pengunjuk rasa mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar apabila dinas PMD tidak memberikan keterbukaan informasi terkait Dana Desa dan Bimtek para Kades se Mandailing Natal.

Reporter : Z Ray   

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi