Kelompok Pemuda Mabuk Rusak Angkringan dan Bacok Warga di Wek II
Padangsidimpuan, StartNews – Aksi penyerangan brutal oleh sekelompok pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras mengegerkan warga di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Wek II, Padangsidimpuan Utara, Selasa (28/7/2026) dini hari.
Peristiwa itu berujung pada pengrusakan fasilitas tempat usaha angkringan hingga mpembacokan seorang warga setempat, Reza Azhari (24). Korban yang tidak tahu-menahu mengenai perselisihan awal itu menderita luka parah di pinggang kiri dan harus menerima 25 jahitan di RSUD Kota Padangsidimpuan.
Insiden bermula saat tiga pemuda bermotor melontarkan kata-kata kasar kepada pekerja angkringan yang hendak tutup. Tak terima ditegur, para pemuda itu kembali 30 menit kemudian bersama rombongan membawa senjata tajam serta batu, lalu mengamuk hingga merusak peralatan usaha pemilik tempat.

Sekelompok pemuda yang diduga mabuk berbuat onar di kawasan Jalan Merdeka, Kelurahan Wek II, Padangsidimpuan Utara, Selasa (28/7/2026) dini hari. (FOTO: ISTIMEWA)
Mukti Harahap, pemilik angkringan, mengaku mengalami kerugian besar akibat tindakan anarkis kelompok pemuda tersebut.
“Beberapa barang yang rusak dan hilang di antaranya mesin espresso, mesin penggiling kopi, peralatan usaha, serta dua tabung gas. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp25 juta,” kata Mukti.
Menanggapi laporan masyarakat, tim gabungan Polres Padangsidimpuan menyisir lokasi pelarian hingga ke kawasan Kompleks DPRD. Petugas menangkap sejumlah pemuda yang diduga terlibat beserta barang bukti sebilah parang.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Hasiholan menjelaskan, saat ini pihaknya masih mendalami keterlibatan setiap pelaku yang ditangkap.
“Kami masih mendalami peran masing-masing serta mengumpulkan alat bukti. Status hukum akan ditetapkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai,” ujar AKP Hasiholan.
Proses hukum dan pemeriksaan para pelaku masih berlangsung di Mapolres Padangsidimpuan. Sementara korban pengeroyokan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Reporter: Lily Lubis

Comments
This post currently has no comments.