Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumut dan Aceh
Medan, StartNews – Proses penanganan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Aceh Utara dan Sumatera Utara terus diintensifkan oleh Kementerian Kehutanan bersama tim lintas sektor hingga Kamis (1/1/2026). Fokus utama saat ini pembersihan material kayu sisa banjir guna memulihkan akses mobilitas warga dan fasilitas sosial.
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pembersihan difokuskan pada jalan dan lorong permukiman yang tertutup tumpukan kayu. Sebanyak 16 unit alat berat dari Kementerian Kehutanan, BNPB, BPJN, dan asosiasi pengusaha kehutanan dikerahkan ke lokasi.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menyatakan hingga kini tim telah berhasil membuka sekitar 2,3 kilometer akses jalan. “Fokus kami adalah memastikan mobilitas warga kembali normal dan fasilitas sosial dapat segera difungsikan,” kata Subhan.
Selain infrastruktur jalan, tim juga melakukan pembersihan di fasilitas sosial seperti Dayah Darul Aman di Desa Tanjung Dalam, yang meliputi ruang makan, kamar santri, hingga dapur umum. Tercatat sebanyak 420 unit rumah warga rusak atau hanyut, sehingga pemanfaatan kayu sisa bencana kini tengah didata untuk membantu pembangunan kembali rumah masyarakat sesuai ketentuan.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, percepatan penanganan dilakukan melalui normalisasi sungai dan pembangunan jembatan Bailey, khususnya di wilayah Sungai Garoga. Puluhan alat berat dikerahkan oleh tim gabungan yang terdiri dari UPT Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, pihak swasta, dan relawan.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani, menjelaskan penanganan dilakukan secara kolaboratif di bawah komando Satgas Pemda dan TNI.
“Tim Kementerian Kehutanan juga melakukan penghitungan volume kayu secara transparan. Saat ini telah dilakukan pengukuran terhadap 85 batang kayu dengan volume sekitar 63,59 meter kubik,” jelas Novita.
Tim juga sedang mengidentifikasi tumpukan kayu besar di aliran Sungai Batangtoru sebagai langkah antisipasi bencana susulan.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.