Hak Cipta @Redaksi

Madina Duduki Peringkat Pertama di Sumut Kasus Pelecehan Seksual

Foto : Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP2KH) Efrida Nasution.

Panyabungan, StArtNews – Mandailing Natal (Madina) menduduki peringkat pertama di Sumatera Utara dalam kasus pelecehan seksual, dari angka sejak tahun 2017 sampai tahun ini, selain dari kepolisian ada sebanyak 108 kasus yang di tangani Dinas PPPA Madina yang terdiri dari kasus pelecehan dan pencabulan. Hal ini dikatakan Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Anak (PHP2KH) Efrida Nasution diruang kerjanya Selasa 23/07.

“Angka kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun terus meningkat, untuk itu pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dari desa ke desa sehingga kesadaran akan hak anak bisa dipahami orang tua dan warga” tegas Efrida pada StArtNews.

Dia menjelaskan bahwa Anak-anak merupakan investasi terbesar sebagai generasi penerus bangsa khusus di Madina ini jangan mudah terpengaruh dengan teknelogi canggih yang berkembang pesat saat ini dan mengaharapkan pada orang tua agar lebih waspada untuk mengawasi pergaualan anak.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kata Efrida Nasution, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Madina. Terus berkomitmen untuk membangun ruang ramah anak.

Terkait dengan hal itu, diharapkan terbangun kesadaran dari semua pihak mulai masyarakat, orangtua, keluarga dan dunia untuk mengambil peran dalam melindungi anak-anak dari pergaulan.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP2KH) Madina juga mengatakan sesuai dengan moto Hari Anak Nasional (HAN) di tahun 2019 ini yakni “kita anak Indonesia kita gembira.”

HAN yang jatuh pada tanggal 23 Juli juga diharapkan menjadi momentum semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak.

PPPA Madina juga mengadakan pelayanan 24 jam dengan mendirikan posko pengaduan melalui Call Center dengan menghubungi normor di bawah ini 081361033691/081265685288.

Reporter : Hasmar Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

One comment

  1. Salman Nasution

    [11:36, 24/7/2019] Mr. Salman Nasution: Terimakasih atas kepercayaan nya
    [11:59, 24/7/2019] Mr. Salman Nasution: Madina adalah kabupaten yang dekat secara simbolis kepada agama seperti mayoritas agama Islam… penyimpangan terjadi disebabkan para agamawan lebih fokus pada ritual keagamaan (hukum, ibadah, bahkan sibuk urusi ideologi agama lainnya) dengan tidak membahas substansial.
    perilaku yang menyimpang berdasarkan beberapa indikator di masyarakat sangat mendukung pelecehan tersebut berdasarkan pengamatan saya diantaranya:
    1. pelecehan terjadi di daerah yang dingin dan sunyi sehingga mereka memperoleh kesempatan untuk melakukan hal tersebut
    2. adanya pemandian air panas publik yang memperlihatkan kelamin sehingga memberikan daya tarik antar penikmat pemandian.
    pelecehan itu karena adanya laporan dari masyarakat ke pihak berwajib. sehingga madina memiliki warga negara yang tau hukum untuk dilaporkan kepada penegak hukum. dan jika kita telusuri, wilayah lainnya sebenarnya lebih parah, karena mereka malu untuk dilaporkan. selain itu juga adanya pelcehan suka sama suka sehingga tidak dilaporkan (zina)…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...