Masyarakat Muara Batang Gadis Tolak Tambang Ilegal

Muara Batang Gadis, StArtNews-Tambang Ilegeal yang menggunakan alat berat excavator yang beroperasi di pinggiran sungai Parlampungan, Desa Lubuk Kapundung II berbatasan dengan Desa Hutaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ditolak masyarakat setempat.

Penolakan tambang ilegal tersebut dilakukan 4 Desa yang berada di wilayah Siulangaling yakni Desa Lubuk Kapundung II, Desa Hutaimbaru, Desa Ranto Panjang dan Desa Lubuk

Penolakan itu tertuang dalam surat nomor 141/199/KD-LK II/XII/2020, kemudian nomor 141/237/KD-HT/XII/2020, 141/289/KD-RTP/XII/2020 dan 221/KD-LK/XII/2020 yang ditandatangani aparat Pemerintahan Desa, BPD, tokoh masyarakat, alim ulama, Naposo Bulung beserta mahasiswa yang berada di wilayah Siulangaling.

Dalam surat itu masyarakat menyampaikan keberatan atas adanya tambang emas ilegal menggunakan excavator yang mulai sejak 18 Desember 2020 yang diduga berlokasi di kebun milik Ali Imran.

Masyarakat mengaku resah atas dengan adanya tambang ilegal tersebut mengingat hal tersebut akan merusak lingkungan dan berdampak pada pertanian, pendangkalan sungai, keruhnya air sungai yang merupakan sumber air minum masyarakat, tempat mandi dan cuci, ancaman banjir bandang dan tanah longsor serta terancamnya kelestarian ikan yang salah satunya mata pencaharian masyarakat Siulangaling.

Untuk menghindari ancaman itu, masyarakat berharap Kapolres Mandailing Natal dapat menghentikan tambang liar di wilayah Siulangaling dan sekitarnya dan secepatnya memanggil oknum atas nama Darman warga Padang Sidimpuan, Iskandar Pulungan, Sajo Hasibuan dan Ali Amran warga Desa Lubuk Kapundung yang bertugas sebagai koordinator untuk dapat mempertanggungjawabkan perusakan lingkungan akibat tambang ilegal.

Untuk mendukung penolakan tambang itu, Mahasiswa Universitas Nasional Jakarta, Izhar Pulungan yang juga Masyarakat wilayah Siulangaling akan melakukan demo ke Mabes Polri dalam waktu dekat.

“Karena masih libur, saya lagi di kampung, Bulan Januari 2021 sudah kami rencanakan akan melakukan demo penolakan tambang liar tersebut di mabes Polri,” kata Izhar kepada wartawan, Selasa (22/12).

Dapat diketahui, tambang ilegal bukan hanya di daerah Siulangaling, pembiaran tambang emas ilegal menggunakan excavator di Kecamatan Batang Natal tepatnya di Desa Muara Soma sudah berlangsung lama, ekosistem air dan gunung tidak dipedulikan. Ratusan excavator beroperasi siang dan malam hari.

Reporter: Putra Saima

Editor: Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi