menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Masyarakat Sayangkan Minimnya Mobil Damkar

Ade | 28 September 2016

masyarakat-sayangkan-minimnya-mobil-damkar

Panyabungan (Start News) – Sejumlah masyarakat sangat menyanyangkan minimnya jumlah mobil Damkar yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, padahal daerah ini mencapai 23 Kecamatan, meskipun ada 2 unit di Kecamatan yakni Kotanopan dan Natal, namun tidak bisa mengcover kecamatan yang berdekatan.

“Kondisi ini sangat berbanding terbalik, pada tahun ini saja kita lihat Puluhan mobil mewah, adanya pengadaan dilaksanakan oleh Pemkab Madina, namun mobil Damkar kondisinya cukup memprihatinkan,” demikian diungkapkan Safaruddin Haji ( Akong ) salah seorang Pengamat tokoh kebijakan public di Madina, kepada wartawan kemarin di panyabungan.

Diungkapkannya, ketika terjadi bencana kebakaran yang melanda rumah-rumah penduduk sangat miris melihat kondisi Damkar Pemkab Madina yang tidak begitu layak lagi. ”Baru-baru ini kita mengalami beberapa bencana kebakaran, seperti yang terjadi di Desa Huraba, 2 rumah habis terbakar, kemarin di kelurahan Pasar Hilir Puluhan rumah juga habis terbakar,” katanya.

Akibat tidak layak lagi mobil Damkar kata Akong, mengakibatkan keterlambatan untuk datang kelokasi sehingga cenderung menimbulkan kekecewaan masyarakat. ”Saya pikir kurun waktu 12 tahun ini belum ada pengadaan mobil Damkar dari pihak Pemkab Madina namun pengadaan untuk mobil dinas hampir tiap tahun,apalagi untuk tahun ini cenderung pengadaan mobil mewah oleh Pemkab Madina,”katanya.

Ditegaskannya,Pengadaan mobil Damkar lebih bermanfaat dirasakan oleh masyarakat daripada pengadaan mobil Dinas yang hanya bisa dinikmati oleh pribadi-pribadi pejabat maupun anggota DPRD. ”Dan saya lihat pun dalam pembahan KUAPPAS  Perubahan 2016 yang saat dilakukan oleh DPRD Madina belum ada dimasukkan untuk pengadaan Mobil Damkar,” katanya.

Diharapkannya,dengan kejadian bencana kebakaran kemarin di kelurahan Pasar Hilir membuka hati dari para wakil rakyat yang ada di DPRD untuk mengusulkan pembelian mobil Damkar.

”meskipun harga mobil damkar cukup mahal namun bisa saja dianggarkan bertahap dan tidak perlu sekaligus dalam pembelian, masak pembelian mobil mewah diatas Rp.400 juta bisa dibeli sampai beberapa unit sedangkan satu mobil damkar dalam satu anggaran tidak bisa,”Tanya Saparuddin Haji.

Reporter:  Z. Ray

Manager Program & Pemberitaan : Hendra Ray

Admin : Ade

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play