Meski Telah Periksa 23 Orang Terkait Kasus PT SMGP, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Panyabungan, StArtNews-Pihak kepolisian belum menetapkan tersangka atas insiden gas beracun yang telah merenggut korban jiwa pada proyek Perusahaan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), yang beroperasi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi.

Kasat Reskim Polres Madina, AKP Azuar Anas mengatakan, sejauh ini untuk kasus malapeteka gas beracun di sektor T, sumur pengeboran PT SMGP Desa Sibanggor Julu sudah 23 orang yang diperiksa, termasuk dari kepolisian. Namun, sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Belum, saksi yang diperiksa 23 orang itu termasuk dari polri, masyarakat dan pihak perusahaan dan orang itu masih sebatas saksi,” kata Azuar ketika dihubungi, Kamis (11/2).

Sebelumnya, Senin (25/1) lalu, sebanyak lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mendapatkan perawatan, diduga karena terpapar gas H2S yang berasal dari proyek perusahaan panas bumi yang dikelola PT SMGP di Desa Sibanggor Julu.

Pasca peristiwa naas itu, sejumlah pihak juga mengecam pihak perusahaan dan melontarkan kritik. Bahkan banyak yang berharap agar Kementerian ESDM meninjau ulang izin dan SOP perusahaan multinasional tersebut.

Kemudian kepolisian dari Polres Madina dibantu unit laboratorium forensik Polda Sumut juga sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi pengeboran sumur gas yang mengalami kebocoran dan telah meracuni warga tersebut.

“Saat ini kami melakukan olah TKP di lokasi kejadian di Desa Sibanggor Julu guna melakukan penyelidikan. Kami juga dibantu tim dari Labfor Polda Sumut dan unit KBR (kimia biologi radioaktif) dari Kementerian ESDM juga sudah berada di lokasi untuk memastikan kondisi sudah aman,” kata Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi pada Kamis (28/1) lalu.

Horas menjelaskan, tim penyidik juga telah memintai keterangan beberapa saksi atas perkara yang terjadi di lokasi sumur gas pengeboran PT SMGP tersebut.

“Saksi-saksi sudah diperiksa baik masyarakat atau karyawan. Keterangan mereka sudah kita kumpulkan dan yang terpenting, kami bekerja secara maksimal atas peristiwa ini,” kata Horas waktu itu.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi