menu Home chevron_right
Berita MancanegaraMusik & InformasiNews

Militer Irak Serang Benteng Terakhir ISIS di Mosul

Ade | 20 Februari 2017

Militer Irak melancarkan serangan darat terhadap sisa benteng ISIS di sisi barat Mosul. Serangan ini mengakhiri ambisi ISIS untuk menguasai wilayah Irak.

Dilansir dari Reuters, Senin (20/2/2017), Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengumumkan dimulainya serangan itu dan meminta militer Irak untuk menghormati hak asasi manusia selama peperangan. Ia juga meminta militer Irak untuk mengurus warga sipil yang mengungsi akibat perang ini.

Militan ISIS berada dalam pengepungan militer Irak di sisi barat kota Mosul bersama dengan sekitar 650 ribu warga sipil. Hal itu setelah mereka diserang keluar dari sisi timur kota Mosul pada fase serangan pertama yang terjadi sekitar satu bulan yang lalu.

Badan HAM PBB untuk Irak, Lise Grande mengatakan hingga 400 ribu warga sipil yang berhasil diungsikan mengalami kekurangan bahan makanan, selain itu pasar disekitar lokasi pengungsian juga tutup.

Polisi federal Irak sedang mengarah ke sisi utara kota Mosul yang terletak di sebelah barat Sungai Tigris. Mereka berusaha untuk merebut kembali bandar udara Mosul. Polisi Irak maju hingga ke lembah Sungai Tigris menuju bandara, mereka juga memotong jalan ke arah barat daya.

“Mosul akan menjadi pertempuran yang sulit bagi semua tentara di seluruh dunia,” kata Komandan militer Amerika Serikat, Letjen Stephen Townsend.

ISIS telah meningkatkan serangan mereka sebagai balasan atas serangan militer yang memukul mundur pasukan mereka. Selama tahun lalu, ISIS telah dipaksa keluar dari kota-kota di Irak.

Sebelumnya, dua militan ISIS meledakkan diri mereka di sisi timur Mosul pada Minggu (19/2). Peristiwa itu membunuh tiga tentara Irak dan dua warga sipil, serta melukai belasan warga lainnya.
(brt/nkn)

Sumber : news.detik.com

Editor : Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play