menu Home chevron_right
Berita Sumut

Peluang Bisnis, Ekspor Limbah Lidi Sawit Sumut Tembus Rp197 Miliar

Redaksi | 21 September 2026

Medan, StartNews – Komoditas lidi sawit asal Sumatera Utara (Sumut) membukukan lonjakan nilai ekspor yang signifikan hingga menembus angka Rp197,29 miliar pada periode Januari hingga awal September 2026. Capaian nilai ekonomis ini melonjak tajam dan melampaui total nilai ekspor sepanjang tahun 2025 yang tercatat Rp108,42 miliar, sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Fenomena menarik terlihat pada tren perdagangan komoditas ini. Nilai transaksi melonjak drastis meski volume pengiriman mengalami penurunan.

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara mencatat volume ekspor lidi hingga awal September 2026 berada di angka 23,26 juta kilogram, masih di bawah total volume tahun 2025 yang mencapai 34,18 juta kilogram.

Eskalasi nilai jual di pasar internasional membuktikan transformasi lidi yang dulu dianggap sekadar limbah perkebunan, kini menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Pakistan mengukuhkan posisinya sebagai pasar tujuan utama pengiriman lidi asal Sumatera Utara, disusul China dan Vietnam, serta merambah ke belasan negara lain seperti Arab Saudi, Malaysia, hingga Uzbekistan.

Kepala Karantina Sumatera Utara N. Prayatno Ginting mengatakan komoditas yang berasal dari limbah ini telah membuka keran perekonomian baru bagi masyarakat daerah secara berkelanjutan.

“Dari limbah menjadi primadona ekspor. Lidi sawit kini menjangkau berbagai pasar luar negeri dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat daerah,” ujar Ginting.

Ginting menambahkan, kunci utama untuk mempertahankan keberlanjutan tren positif ini terletak pada kedisiplinan dan konsistensi para eksportir dalam memenuhi standar fitosanitari negara tujuan.

“Permintaan dari negara tujuan cukup besar dan terus berkembang. Namun, kunci keberlanjutannya tetap pada pemenuhan persyaratan negara tujuan agar keberterimaan dan kesinambungan ekspor tetap terjaga,” tegasnya.

Guna menjaga kualitas dan kepatuhan standar internasional, Barantin melakukan pendampingan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperketat pengawasan di pintu pengeluaran utama seperti Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Balai Asahan, dan Bandara Kualanamu.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Barantin Wisnu Wasisa Putra mengatakan peran fasilitasi dan pemenuhan dokumen kehati-hatian menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing produk lokal di mancanegara.

“Peran Barantin hadir untuk memastikan setiap kilogram lidi yang diekspor bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, memenuhi persyaratan sanitasi dan mutu negara tujuan, serta menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk hasil pertanian Indonesia,” kata Wisnu.

Dukungan sinergis juga digelorakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama Karantina Sumut melalui digitalisasi layanan platform JAMBUR, untuk memastikan transparansi data serta tata kelola pelayanan penerbitan Phytosanitary Certificate berjalan optimal bagi seluruh pelaku usaha.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play