menu Home chevron_right
Berita Madina

Pemkab Madina Sudah Bangun Ratusan Sarpras Sekolah Sejak 2021

Redaksi | 11 November 2024

Panyabungan, StartNews – Sejak 2021, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Dinas Pendidikan telah membangun sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan berupa ratusan gedung baru di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten ini. Termasuk gedung laboratorium komputer, UKS, ruang kelas inklusif, dan jamban.

Kepala Dinas Pendidikan Madina Rahmad Hidayat mengungkapkan hal itu ketika dimintai keterangan di Panyabungan, Senin (11/11/2024). “Disdik lewat DAK dan DAU telah membangun ratusan gedung baru, termasuk RKB (ruang kelas baru), dan sarana penunjang,” katanya.

Pembangunan prasarana ini, kata Rahmad, merupakan bentuk komitmen Pemkab Madina dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyediakan tempat belajar yang nyaman. Dia menambahkan, pembangunan UKS dan jamban adalah bagian dari penciptaan lingkungan sekolah yang sehat.

Meski demikian, Rahmad tak menampik masih ada sekolah-sekolah yang butuh perhatian berupa pembangunan atau rehab ruang kelas. Hal itu terjadi karena anggaran yang terbatas dan pengajuan yang harus menunggu persetujuan Kemendikbud.

Dia mengungkapkan, untuk mendapatkan bangunan ruang kelas baru harus ada pengajuan terlebih dahulu dari satuan pendidikan yang bisa dilakukan dengan tiga cara.

Pertama, proposal ke Disdikbud kabupaten setelah terlebih dahulu diunggah di data pokok pendidikan (Dapodik) sarpras. Data dalam aplikasi ini berguna bagi Kemendikdasmen sebagai bahan penilaian kelayakan mendapat bangunan baru.

“Kedua, bisa dilakukan dengan mengajukan proposal lewat musrenbang dengan Bapperida. Ketiga, melalu proposal yang diajukan lewat anggota DPRD atau yang dikenal dengan Pokir Legislatif,” lanjutnya.

Rahmad menuturkan, untuk pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dibagi dalam beberapa program seperti pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya, pembangunan ruang laboratorium komputer, pembangunan ruang UKS, dan pembangunan gedung perspustakaan.

“Termasuk juga pengadaan buku pendukung perpustakaan, alat peraga TIK, dan pengadaan peralatan TIK berupa Chrome Book,” tambah Kadisdik.

Setelah proposal diajukan, lanjut Rahmad, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi dan memetakan kebutuhan berdasarkan permohonan untuk dimasukkan dalam daftar prioritas penyaluran dana bersama Bapperida. “Kami mendata ke masing-masing sekolah untuk mengetahui secara riil kondisi sarpras yang dibutuhkan, termasuk analisa kerusakan,” sebutnya.

Setelah semua data sinkron, Disdik Madina kemudian menganggarkan dan mengalokasikan dana yang dibutuhkan. “Jadi, langkah awal dan utama adalah pengajuan dari sekolah di dapodik secara riil. Kalau ini tidak ada, kami tidak tahu kebutuhan sekolah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diperoleh dari Disdik Madina, pada tahun 2021 ada 118 item kegiatan, baik itu pembangunan gedung maupun pengadaan perabot ruang kelas, ruang guru, dan perpustakaan.

Tahun 2022, ada 77 item kegiatan bersumber dari DAK yang didominasi pembangunan fisik berupa laboratorium komputer, UKS, perpustakaan, ruang bermain, dan jamban. Sementara, 22 item kegiatan bersumber dari DAU yang fokus pada pembangunan ruang kelas baru.

Tahun 2023, sebanyak 158 item kegiatan bersumber dari DAK dan 40 item kegiatan dari DAU. Untuk tahun ini, Disdik Madina menyalurkan DAK untuk 84 item yang semuanya adalah pembangunan gedung, termasuk di sekolah swasta.

Disdik Madina juga menganggarkan Rp1,49 miliar DAU untuk pembagunan empat pagar sekolah dan rehabilitasi ruang kelas di sembilan sekolah berbeda.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play