PNS dan Anggota DPRD Plat Luar, Tak Punya Malu Klen!
PATEN kali memang instruksi Pj. Sekda Madina, Bapak Afrizal Nasution, waktu apel gabungan hari Senin kemarin di pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur. Udah pas kali arahannya! Beliau nyuruh semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Madina supaya cepat-cepat mutasikan plat kendaraan, baik yang dinas maupun pribadi, jadi plat Madina. Imbauan ini juga berlaku buat anggota DPRD. Ini bukan cuma soal rapi administrasi aja, Bos. Ini soal duit!
Biar tau klen, gara-gara aturan baru Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, sekarang ada yang namanya opsen pajak. Artinya, dari tiap kendaraan plat Madina yang bayar pajak, daerah kita ini bakal dapat pungutan tambahan yang lumayan besar buat nambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Makanya, kebijakan yang cerdas macam ini wajib kali kita dukung penuh biar Madina makin maju.
Tapi, yang bikin awak palak, kek manalah masyarakat mau patuh kalau PNS dan anggota DPRD-nya sendiri ntah hapa-hapa kelakuannya! Cobalah klen tengok di jalanan atau di parkiran kantor-kantor pemerintahan itu. Masih banyak kali mobil dan kereta (sepeda motor) abang-abang dan kakak-kakak PNS dan anggota DPRD kita yang mentereng pakai plat luar daerah.
Jangankan kendaraan pribadi, yang bikin geleng-geleng kepala, kendaraan dinas pemerintah pun ada yang masih nyasar pakai plat luar! Cemana ceritanya klen makan gaji dari Pemkab Madina, cari makan di tanah Madina, fasilitas dinikmati di Madina, tapi pajaknya klen kasih ke daerah lain?
Tak punya malu klen, kan? Macam mana kas daerah kita mau cepat penuh kalau aparaturnya aja pelit nyumbang pajak ke rumah sendiri.
Gara-gara kelakuan ASN dan anggota DPRD yang bandel inilah, masyarakat biasa pun jadi ikutan malas ngurus balik nama. Warga itu kan nengok contoh di lapangan. Dalam hati warga pasti bilang, “Ah, ngapain awak repot-repot mutasi plat dan bayar mahal, toh pejabatnya aja santai kali pakai plat luar!”
Wajar aja kalau masyarakat mikir gitu. Keengganan warga buat balik nama ini murni karena mereka melihat ketidakadilan di depan mata. Harusnya, PNS sama anggota DPRD itu jadi garda paling depan, jadi panutan yang paten buat masyarakat. Kalau klen yang berseragam aja malas ngurus dan ngelanggar aturan, jangan harap warga biasa mau antre di Samsat.
Padahal ya, ngurusnya sekarang udah gampang kali. Kepala UPT Samsat Panyabungan, Bapak Salamat Nasution, udah ngasih kelonggaran yang luar biasa. Tahun ini, klen bisa bayar pajak biarpun nggak ada KTP pemilik lama. Cukup isi surat pernyataan aja buat dibalik-namakan tahun depan.
Kurang enak apa lagi coba? Udah dipermudah birokrasinya, ada pula program stimulus Pajak Sumut 2026 yang ngasih undian berhadiah paket umrah hingga mobil mewah sampai bulan Desember nanti. Jadi, nggak ada lagi alasan basi bilang ngurusnya ribet, muternya jauh, atau bayarnya mahal.
Makanya, buat klen para PNS sama anggota DPRD di Madina, cak ubah dulu kelakuan itu. Jangan cuma mau enaknya aja numpang hidup dan berkarier di sini, tapi giliran kontribusi ke daerah nol besar. Segeralah bawa kendaraan klen itu ke Samsat, mutasikan ke plat Madina.
Kasih contoh yang benar dan nyata buat masyarakat. Biar kas daerah kita makin gendut, jalanan makin mulus, dan pembangunan di Madina ini nggak cuma sebatas omong kosong di pidato aja. Kalau klen masih juga ngeyel dan gaya-gayaan pakai plat luar, bagusnya parkirkan aja kendaraan klen itu di luar perbatasan Madina! (*)

Comments
This post currently has no comments.