menu Home chevron_right
Musik & InformasiNews

Polisi Panggil Presenter TV, Kiswinar, dan Eks Istri Mario Teguh

Ade | 11 Oktober 2016
Motivator Mario Teguh (kiri) bersama kuasa hukumnya Elza Syarief menyampaikan keterangan terkait perseteruan dengan Ario Kiswinar Teguh di Jakarta, Senin (10/10). (foto: Immanuel Antonius)

Motivator Mario Teguh (kiri) bersama kuasa hukumnya Elza Syarief menyampaikan keterangan terkait perseteruan dengan Ario Kiswinar Teguh di Jakarta, Senin (10/10). (foto: Immanuel Antonius)

Polisi terus mendalami laporan dugaan pencemaran nama baik oleh motivator kondang Mario Teguh yang dilayangkan Ario Kiswinar dan ibunya, Ariyani Sunarto. Ucapan yang dianggap mencemarkan nama baik itu dilakukan Mario Teguh saat diwawancara di salah satu televisi nasional.

Polisi sendiri telah memeriksa penasihat hukum Kiswinar, Ferry Amahorseya. Sebab, dia yang mewakili Kiswinar dan ibunya melaporkan Mario Teguh ke Polda Metro Jaya.

“Hari ini kami memeriksa pengacara Kiswinar, setelah agenda hari ini, Rabu kami akan periksa Kiswinar, dan ibunya pada Kamis,” ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimun Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto, Jakarta, Senin, (10/10/2016).

Selain memeriksa Kiswinar dan ibunya, penyidik juga akan memeriksa Bayu Sutiyono, presenter pada program acara ‘Sapa Indonesia Pagi’ di salah satu stasiun televisi nasional.

Di acara tersebut, Mario Teguh menjadi bintang tamu dan menyampaikan pernyataan yang dianggap mencemarkan nama baik Kiswinar dan keluarganya.

“Besok kami akan memeriksa tayangan TV yang dimaksud dulu, dan mempelajari bagaimana kata-kata yang dilaporkan,” tutur dia.

Mario Teguh dituding mencemarkan nama baik lantaran tidak mengakui Kiswinar sebagai anak kandungnya. Dia juga dituding memfitnah ibu Kiswinar, Ariyani Sunarto yang merupakan mantan istri Mario Teguh.

Sumber           : liputan6.com

Editor              : Hendra Ray

 

 

 

 

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play