Prabowo Sebut Utang Naik Rp 1 T Per Hari, Ini Respons Anggota Komisi XI DPR

Bakal capres Prabowo Subianto menyebut utang negara naik Rp 1 triliun setiap hari. Anggota Komisi XI DPR F-PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan sindiran itu menjadi pengingat bagi pemerintah dalam mengelola perekenominan nasional.

“Kita ambil sisi positifnya sebagai peringatan dan prinsip kita dalam mengelola pereknas, yaitu utang tidak boleh menjadi menu dominan dalam pembiayaan pembangunan,” kata Hendrawan ketika dihubungi, Selasa (4/9/2018).

“Utang tetap hanya sebagai pelengkap. Meminjam utang harus dilakukan secara hati-hati, transparan dan penggunaannya harus produktif,” imbuh dia.

Namun, Hendrawan menegaskan hingga saat ini kondisi ekonomi RI terbilang baik. Rasio utang negara terhadap sejumlah indikator terjaga seimbang.

“Kita bergembira bahwa berdasar beberapa ukuran yang disepakati, baik secara internasional maupun yang ada di DPR dalam pembahasan UU, kondisi kita masih bagus. Rasio utang terhadap PDB, defisit APBN, dan defisit keseimbangan primer, kondisi masih terjaga baik,” jelas Hendrawan.

Karena itu, ia pun meminta Prabowo kembali membaca naskah UU ABPN yang telah ditetapkan bersama DPR dan pemerintah. Sebab dalam pengesahannya, seluruh fraksi di DPR terlibat.

“Jadi kami berharap Pak Prabowo dan timnya membaca naskah UU yang tiap tahun dibahas oleh fraksinya, dan disepakati terus menerus, dengan pikiran yang jernih,” tukasnya.

Prabowo sebelumnya menyinggung soal utang negara itu dalam diskusi buku ‘Paradoks Indonesia’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (1/9). Prabowo menyebut utang negara naik Rp 1 triliun setiap hari. Namun ia tak menjelaskan dari mana data soal kenaikan utang itu.

“Utang pemerintah kita naik terus, sekarang hitungannya naik Rp 1 triliun setiap hari,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan banyak yang tidak mengkhawatirkan utang tersebut. Tapi, menurutnya, utang tersebut dapat mengancam kedaulatan negara.

“Utang mengancam kedaulatan negara kita,” ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menanggapi pernyataan Prabowo. Menurutnya, kenaikan utang Indonesia tidak dihitung per hari. Meski ada kenaikan tiap tahun, utang Indonesia dipastikan JK tetap bisa dibayar.

“Jadi bukan soal (naik) Rp 1 triliun (per hari), mampu kita bayar tidak? Sama dengan perusahaan. Karena itu, sekarang ini kita mampu membayarnya,” ujar JK di kantor Wapres, Selasa (4/9).

Sumber : DetikNews.Com

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi