menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

PT Linggabayu Agro Ajak Kerjasama Desa Untuk Pengembangan Peternakan Sapi

Roni Siregar | 4 November 2019

Foto : Irwansyah Nasution, pengamat ekonomi di Kabupaten Madina saat menyampaikan materi kepada kepala Desa Se-Kecamatan Lingga Bayu.

Mandailing Natal, StArtNews-Pengembangan sapi dan kambing akan dibuka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) oleh PT Linggabayu Agro.

Pembukaan peternakan sapi dan kambing ini rencananya bekerja sama dengan Pemerintahan Desa se-Kecamatan Linggabayu Kabupaten Madina.

“Konsep kerja sama yang akan dilakukan dengan desa adalah menggunakan alokasi dana desa dan PT Linggabayu Agro berperan sebagai pengelolaan,” kata Irwansyah Nasution, pengamat ekonomi di Kabupaten Madina kepada wartawan, Senin (4/10)

Ia melanjutkan Dana Desa sudah saatnya dialokasikan untuk program yang dapat membantu ekonomi masyarakat. Bila project ini berjalan, selain bisa menumbuhkan ekonomi desa, kegiatan ini bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat itu sendiri.

“Misalnya, setiap desa mengalokasikan seratus juta rupiah untuk sapi anakan, kita katakan saja modal pembelian sapi anakan sebesar Rp8 juta/ekor. Nanti bila sudah cukup umur, sapi dijual seharga Rp 14 hingga Rp 15 juta per ekor. Keuntungan inilah yang akan dibagi nanti. tentu saja perusahaan menyiapkan teknologi yang mumpuni dalam pengelolaan peternakan sapi dan kambing ini, dan menyiapkan kandang sekaligus lahan untuk menyiapkan pakan ternak,” terangnya.

Irwansyah menyebut, kebutuhan daging sapi di Kabupaten Madina cukup besar, apalagi untuk keperluan hari raya qurban. Ribuan ekor sapi setiap pelaksanaan hari raya qurban didatangkan dari luar daerah.

“Kebutuhan daging sapi di rumah potong saja kita tidak bisa menyanggupinya saat ini. Belum lagi persiapan untuk hewan qurban. kita selalu mendatangkannya dari luar daerah. Nah, bila program peternakan ini sudah berjalan, tentunya bisa membantu memenuhi kebutuhan daging untuk rumah potong hewan maupun keperluang hari raya qurban,” ungkap Irwan.

Irwan berharap dana desa bisa dimanfaatkan untuk hal yang bisa menghidupkan ekonomi rakyat dan menambahkan pendapatan desa.

Reporter: Putra Saima

Editor: Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Written by Roni Siregar

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play