menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Renungan Suci Dipusatkan di Kotanopan

Roy Adam | 17 Agustus 2019

Kotanopan, StArtNews-Salah satu rangkaian peringatan HUT ke-74 RI yang dilaksanakan Pemkab Mandailing Natal adalah Renungan Suci. Renungan suci dan apel kehormatan ini dipusatkan di Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Desa Sayurmaincat, Kec. Kotanopan, Sabtu dinihari pukul 00.00 Wib (17/8).

Hadir dalam kegiatan ini Muspida Plus, Pimpinan OPD, Muspika Kotanopan, anggota TNI, kepolisian, dan sejumlah anggota Pramuka dari kalangan pelajar. Sedangkan yang bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan, Taufiq Djalal, S.H, M.H.

Renungan suci dan apel kehormatan ini berlangsung cukup khidmat. Para peserta upacara berbaris dengan rapi di tengah redupnya cahaya penerangan. Sedangkan anggota Pramuka berbaris mengelilingi lokasi dengan obor di tangan.

Renungan suci ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan di TPU desa Sayurmaincat. Dari batu nisan yang ada, ada 4 pejuang atau veteran yang di makamkan di TPU ini, yaitu H. Mhd. Yasin Lubis, Npv/Nrp 2.043.694. Lahir tanggal 31 bulan Desember 1925 dan meninggal tanggal 24 Desember 2004.

Makam lainnya bernama Darwis Thaib Npv/ Nrp: 2.006.833, lahir tanggal 15 bulan Februari 1927 dan wafat tanggal 27 Februari 2008. Kemudian, M. Ilyas Parinduri, Npv 6589/F, lahir tahun 1925 dan meninggal tahun 1999. Selanjutnya, Amir Rajab Parinduri, Npv 20.45.845/L, lahir tanggal 15 bulan Juli 1928 dan meninggal 12 Oktober 2011.

Reporter: Lokot Husda

Editor: Hanapi Lubis

 

Komentar Anda

komentar

Written by Roy Adam

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play