menu Home chevron_right
Berita Madina

Ribuan Warga Antusias Nonton Pentas Seni Budaya di Pasar Baru Panyabungan

Redaksi | 15 Agustus 2025

Panyabungan, StartNews – Ribuan warga antusias menonton pentas seni budaya bertajuk ‘Pesona Mandailing dalam Gerak dan Irama’ yang dihelat di pelataran Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Kamis (14/8/2025) malam. Acara ini bagian dari perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain memeriahkan Hari Kemerdekaan, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Madina Liliana Lubis mengatakan event ‘Pesona Mandailing dalam Gerak dan Irama’ itu juga upaya menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Madina.

“Juga sebagai ajang kreativitas anak sekolah dan naposo nauli bulung,” katanya.

Liliana menjelaskan event tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (13-14 Agustus), dengan tiga agenda utama: lomba tari kreasi daerah Madina, gordang sambilan, dan pentas seni anak sekolah dan pelajar.

Bupati Madina H. Saipullah Nasution, yang juga menonton event itu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pemahaman adat budaya, sehingga bisa menjadi benteng dari pengaruh buruk era globalisasi masa kini.

Saipullah menjelaskan, perkembangan teknologi dan derasnya informasi yang mudah diakses melalui jaringan internet seperti pisau bermata dua. Satu sisi berdampak positif, tapi di sisi lain bisa membahayakan.

“Budaya Mandailing Natal itu mengendepankan religiusitas dan adab, baik itu dalam suasana pesta, kemalangan, maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.

Adat budaya daerah ini, kata dia, sudah melekat dan menjadi identitas bagi setiap anak Madina. Namun, sekarang banyak dari budaya itu yang hilang ditelan zaman. Maka, perlu penguatan dan pelestarian sehingga generasi sekarang kembali bisa memahami identitasnya.

Saipullah menegaskan, Pemkab Madina ambil bagian dalam penguatan dan pelestarian dengan mengembalikan mata pelajaran muatan lokal berbasis budaya daerah di sekolah-sekolah.

Dia juga memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar aktif menggali budaya yang telah hilang atau punah.

Di sisi lain, Saipullah menilai acara malam ini adalah momentum untuk kembali merutinkan pagelaran budaya dalam bentuk perlombaan. Dia melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi dibuktikan dengan ramainya penonton. “Bisa dibuat setiap dua atau tiga bulan,” tegasnya.

Saipullah mengaku sering merasa sedih saat ada even budaya tingkat nasional, karena jarang sekali Mandailing ditampilkan. Padahal, saat pernikahan Bobby Nasution dengan Kahiyang Ayu, kekayaan budaya Bumi Gordang Sambilan menjadi sorotan dunia. “Kami melihat ini karena kurangnya perhatian di tingkat daerah,” ujarnya.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play