menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Sampaikan Bela Sungkawa, PT SMGP Serahkan Bantuan kepada Korban H2S

Roy Adam | 1 Februari 2021

Puncak Sorik Marapi, StArtNews-Perusahaan panas bumi yang beroperasi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandiling Natal, PT SMGP menyampaikan ucapan bela sungkawa secara langsung kepada para korban kebocoran gas H2S pada Senin (25/1) lalu.

Selain menyampaikan ucapan bela sungkawa, perusahaan yang diwakili Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP, Eddiyanto bersama rombongan didampingi Kapolres Madina, AKBP Horastua Silalahi, S.I.K, M.Si memberikan bantuan sembako kepada para korban dan keluarga, Minggu (31/1).

Dalam tahap pertama ini perusahaan membagi 450 paket sembako kepada  warga Desa Sibanggor Julu yang berlokasi di sekitar sumur proyek. Paket sembako terdiri dari 10 kg beras, minyak 2 liter, gula 2 kilogram dan mie instan 1 dus.

Eddi menjelaskan kedatangan pihak perusahaan sebagai upaya menunjukkan rasa prihatin atas musibah yang menewaskan 5 orang tersebut.

Kapolres Madina yang dalam kesempatan tersebut juga turut berbagi tali asih dengan keluarga korban dan warga Desa Sibanggor Julu menyampaikan kepada warga dan masyarakat Mandailing Natal untuk sabar menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang terkait peristiwa itu.

“Kami juga berharap kita semua bersabar menunggu hasil penyelidikan atas penyebab musibah ini. Kami akan terus bekerja menyelesaikan masalah ini dan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Horas menambahkan jalinan silaturahmi ini merupakan panggilan moral membantu PT SMGP yang memperlihatkan niat baik dan tanggung jawab perusahaan atas kejadian tersebut.

Kedatangan pihak perusahaan dan Kapolres Madina mendapat tanggapan dan apresiasi positif dari masuarakat.

Reporter: Putra Saima

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Roy Adam

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play