menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Seorang Pria di Temukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Ade | 26 Juni 2018

Dokter melakukan visum kepada Jenazah korban gantung diri disaksikan Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji di desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara

Mompang, StArtNews- Seorang Pria bernama Dahlan Siregar (57) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal (Madina.

Menurut warga sekitar korban mengalami depresi (steres red). Sebelum Gantung diri korban sempat melihat orang tua perempuannya yang meninggal pagi tadi Selasa (26/6).

Rahmad Warga Desa Mompang Julu yang berhasil dikonfirmasi Reporter StArtNews mengatakan “orang tua korban tadi pagi meninggal dia (korban) sempat melihat Jenazah Ibunya, setelah dia melihat jenazah ibunya dia pergi mandi dan pergi ke rumah, mungkin disaat itulah korban melakukan bunuh diri,” jelasnya.

 

Diketahuinya korban sudah meninggal bunuh diri, setelah menantunya pergi ke rumah korban untuk memanggil korban, karena keluarga mereka sudah datang untuk melayat orang tuanya meninggal,” terangnya.

“Keluarga korban datang, niat menantunya untuk memanggil korban ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah orang tuanya, setelah sampai di rumah, menantunya sudah melihat korban meninggal dengan keadaan tergantung,” cerita Rahmad.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji yang dikonfirmasi Reporter StArtNews membenarkan adanya seorang bernama Dahlan Siregar (57) Warga Desa Mompang Julu meninggal gantung diri di rumahnya. Ia mengatakan, “kami tadi sudah ke TKP, Kondisi jenazah sudah diturunkan dari kain sarung yang mengikatnya. Selanjutnya untuk memastikan penyebab kematiannya, kami memanggil dokter untuk divisum luar di TKP. Dari hasil pemeriksaan luar, oleh dokter dinyatakan ada bekas jeratan di leher, dan pada kelaminnya ditemukan sperma yang keluar.

Kesimpulan dari dokter, penyebab kematiannya adalah bunuh diri. Dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak keluarga korban ingin langsung dimakamkan bersamaan dengan orang tua korban yang juga tadi pagi sekira jam 5 subuh meninggal dunia.

Pengakuan pihak keluarga, korban baru kembali dari rumah sakit. Ada sedikit gangguan kejiwaan. Itu pengakuan pihak keluarga,” jelas Kapolres.

Reporter : Putra Saima

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play