Sering Termenung, Warga Humbang Dinyatakan Hilang di Hutan

Sering Termenung, Warga Humbang Dinyatakan Hilang di Hutan

Naga Juang, StArtNews-Hasan Simanjuntak (58), warga desa Humbang, Kecamatan Naga Juang dinyatakan hilang selama tiga hari oleh keluarganya usai berangkat ke kebun yang berada di dalam hutan.

Kepolisian dan warga pun hingga Kamis (21/2) masih gencar melakukan pencarian atas hilang Hasan dengan menyisir ke dalam hutan yang berjarak sekitar tiga kilomter dari desa.

Bahkan, pihak keluarga menemui orang pintar didaerah tersebut, untuk mengetahui keberadaan dan kondisinya saat ini.

Kapolsek Siabu, Iptu. Ayub Nasution membenarkan hilangnya warga Humbang tersebut.

“Iya betul kami dapat info dari Pak Camat Naga Juang, tadi pagi saya bersama anggota sampai siang di Naga Juang masih melakukan pecarian dengan adanya warga hilang dan hasilnya sampai saat ini masih nihil,” kata Iptu. Ayub Nasution, Kapolsek Siabu Mandailing Natal.

Meski demikian, aparat kepolisan dan TNI, juga dibantu masyarakat desa terus melakukan pencarian di dalam hutan.

“Kita tetap upaya sekuat tenaga untuk mencari dimana bapak itu berada, dan kita masih terus dilakukan percarian bersama masyarakat,” kata Ayub.

Sementara itu, Camat Naga Juang, Mukhsin Nasution menjelaskan, kejadian itu terjadi sejak tiga hari lalu. Lelaki tua renta itu pergi meniggalkan rumahnya pada hari Minggu (17/1) dengan membawa bekal makanan bertujuan untuk memanen buah kemiri di kebun miliknya.

Ternyata lelaki itu, kata Camat, tidak pulang ke rumahnya. Esok harinya pihak keluarga melakukan penyisiran ke dalam hutan. Namun, jejaknya tidak ditemukan, bahkan di kebun miliknya itu sendiri tidak terlihat tanda-tanda pemanenan.

Pihak keluarga kemudian melaporkan hal tersebut kepada pemerintahan desa.

“Setelah itu pihak kelurga melaporkan ke pemerintahan desa, lalu senin malam warga desa bersama-sama melakukan pencarian, dan hari selasa pagi warga berpencar dibagi 10 kelomlok atas kesepatan dan kembali menyisiri ke dalam hutan, namun juga tidak berhasil,” kata Camat.

Seorang warga yang dinyatakan hilang itu diketahui memiliki tiga buah kebun di lokasi yang berbeda. Sementara salah satu titik lokasi kebun miliknya berada di Tor Naga Juang, itu pun tidak jauh dari desa.

Camat menjelaskan dari penyisiran warga juga tidak ditemukan jejak bianatang buas sehingga kecil kemungkinan korban dimangsa hewan buas.

“Misal korban ada dugaan dimakan binatang buas, itu tidak mungkin karena hasil penyisiran kesana tidak ditemukan jejak kaki bintang yang membahayakan, apalagi di atas kebunnya itu banyak warga desa yang melakukan aktivitas setiap hari karena di sana ada juga pertambangan,” katanya.

Ketika ditanya apakah korban selama ini pernah memiliki riwayat penyakit, Camat mengatakan tidak ada. Namun, dari pengakuan warga sebelum dikatakan hilang, dia sempat terlihat selalu menyendiri di salah satu kedai kopi di desa itu.

“Jadi warga yang melihat dia yang belakangan hari ini, bapak itu terlihat murung seperti ada yang dipikirkannya, entah masalah keluarga atau yang lainnya kita tidak tahu, tapi kalau misal masalah ekonomi bapak itu sepertinya tidak termasuk warga yang membutuhkan melihat dari kepunyaan kebun yang bapak itu miliki,” kata Mukhsin.

Lebih jauh, Mukhsin mengatakan, sejak keberadaannya belum ditemukan banyak kabar burung beredar di masyarakat. Bahkan ada yang menyebut lelaki itu hilang secra misterius.

“Secara keyakinan dan adat desa ada juga sebagian warga bapak itu telah dibawa yang tidak kasat mata (mahluk halus), pihak keluarga pun atau warga sudah berkonsultasi dengan orang pintar manatau bisa ditemukan secepatanya, itu saya dukung, dan sekaranga juga warga desa akan kembali melanjutkan pencarian bersama tim kepolisian,” ujarnya.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi