menu Home chevron_right
Berita Madina

Suasana Haru Prosesi Wisuda Angkatan XVIII Ponpes Annadwa di Sinunukan

Redaksi | 2 Februari 2026

Sinunukan, StartNews – Senin (2/2/2026) pagi di Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal (Madina), terasa berbeda. Di bawah naungan atap Pondok Pesantren (Ponpes) Annadwa, udara yang biasanya tenang mendadak dipenuhi getaran haru dan lantunan doa. Hari itu bukan sekadar seremoni kalender akademik, melainkan sebuah babak baru bagi angkatan ke-18 yang telah ditempa di sana.

Wisuda dan Pelepasan Santri-Santriwati Angkatan XVIII ini menjadi bukti nyata konsistensi lembaga pendidikan Islam dalam mencetak generasi tangguh di Bumi Gordang Sambilan ini.

Acara dibuka dengan sangat menyentuh melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh area pondok. Para santri, dengan seragam wisuda yang rapi mengenakan serban penutup kepala, tampak duduk dengan tegak. Mata mereka tak bisa menyembunyikan rona bahagia sekaligus sedih karena harus berpisah dengan lingkungan yang telah menjadi rumah kedua bagi mereka.

Mudir Pondok Pesantren Ustadz Abdurrahman Batubara tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Dalam sambutannya, dia menekankan bahwa ilmu tanpa akhlak adalah hampa.

“Capaian hari ini adalah awal. Kami berharap para lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi membawa karakter. Jadilah cahaya yang bermanfaat bagi agama dan bangsa dimana pun kalian berpijak,” pesannya dengan nada bergetar.

Kehadiran tokoh-tokoh penting menambah bobot acara ini. Camat Sinunukan yang hadir langsung, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Ponpes Annadwa. Menurut dia, pesantren adalah benteng terakhir dalam menjaga moralitas generasi muda di tengah gempuran zaman.

Senada dengan itu, Khoiruddin Faslah Siregar, Ketua PKB Madina sekaligus tokoh masyarakat Madina, memberikan orasi motivasi yang membakar semangat. Dia mengingatkan bahwa tantangan zaman kedepan memerlukan kombinasi antara kecerdasan intelektual dan keteguhan iman.

“Jangan berhenti belajar. Dunia di luar sana luas, tapi dengan bekal iman dan ilmu yang kalian dapat di Annadwa, kalian sudah punya kompas yang tepat,” tegasnya.

Momen yang paling dinantikan sekaligus mendebarkan adalah pengumuman lulusan terbaik. Tepuk tangan riuh pecah saat satu per satu nama dari 10 besar lulusan terbaik tingkat Aliyah dan Tsanawiyah dipanggil ke depan. Ini apresiasi atas kerja keras, malam-malam penuh hafalan, dan kedisiplinan yang mereka jalani selama bertahun-tahun.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Di depan kamera, mereka tersenyum lebar, melempar tawa, dan sesekali menyeka air mata saat bersalaman dengan para guru (ustadz/ustadzah). Foto-foto tersebut akan menjadi saksi bisu perjuangan mereka di Ponpes Annadwa.

Dengan berakhirnya acara ini, Ponpes Annadwa kembali melepas “burung-burung muda” untuk terbang tinggi, membawa misi mulia menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mulia secara adab.

Reporter: Ilham Saputra

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play