menu Home chevron_right
Berita Madina

Sungai Rantopuran Meluap, Sebelas Desa di Madina Terendam Banjir dan Warga Mengungsi

Redaksi | 30 Oktober 2026

Sungai Rantopuran meluap akibat curah hujan tinggi, sehingga merendam sebelaa desa di Mandailing Natal (Madina) dan memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat aman.

Panyabungan, StartNews – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memicu meluapnya air Sungai Rantopuran di Kecamatan Panyabungan pada Kamis (29/10/2026) malam. Akibat bencana hidrometeorologi itu, sebanyak sebelas desa terendam banjir dan memaksa sebagian besar warga setempat meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Madina, peristiwa naiknya debit air sungai ini mulai terpantau dan dilaporkan pada pukul 19.00 WIB.

Tingginya intensitas hujan yang berlangsung sejak sore hari membuat Sungai Rantopuran tidak mampu menampung volume air, sehingga meluber dan menggenangi permukiman warga di berbagai desa terdampak.

Adapun kesebelas desa yang terdampak luapan air meliputi Desa Sopo Batu, Desa Gunungtua Julu, Desa Gunungtua Tonga, Desa Gunungtua Lumban Pasir, Desa Gunungtua Jae, Desa Manyabar, Desa Manyabar Jae, Desa Gunung Manaon, Desa Pagaran Tonga, dan Desa Saba Jambu.

Kondisi cuaca di lokasi kejadian hingga malam hari dilaporkan masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga meningkatkan kekhawatiran warga akan potensi susulan genangan air.

Kepala Pelaksana BPBD Madina Mukhsin Nasution menyatakan pihaknya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke titik-titik penting guna memberikan pertolongan darurat kepada masyarakat.

Fokus petugas di lapangan saat ini melakukan evakuasi warga serta membersihkan material kayu yang menyumbat aliran air di Jembatan Aek Kitang, Desa Manyabar.

“Personil TRC sudah kami terjunkan langsung ke Desa Manyabar untuk membantu mengevakuasi sumbatan material kayu di Jembatan Aek Kitang serta membantu proses pengungsian warga di sejumlah desa terdampak,” ujar Mukhsin Nasution, Jumat (30/10/2026).

Dia menambahkan, sebagian besar warga dari desa yang terendam kini telah mengungsi secara mandiri maupun dibantu oleh petugas ke beberapa titik aman yang tersebar di Desa Manyabar, Desa Manyabar Jae, Desa Gunung Manaon, Desa Pagaran Tonga, dan Desa Saba Jambu.

BPBD terus menyiagakan posko siaga dan menerjunkan sepuluh personel dipimpin langsung oleh komandan regu guna memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala.

Menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, Mukhsin mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan tinggi.

Warga diminta terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, serta segera bergerak menuju lokasi evakuasi yang aman apabila kondisi air terus menunjukkan peningkatan yang membahayakan keselamatan jiwa.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play