Titi Gantung Menuju 5 Desa Seberang Batang Gadis Kotanopan Diperbaiki

Foto: Proses Perbaikan Titi Gantung Seberang Batang Gadis Kotanopan

Kotanopan, StArtnews-Titi Gantung menuju 5 Desa seberang Batang Gadis di Kecamatan Kotanopan Kab.  Mandailing Natal diperbaiki. Perbaikan itu dilakukan mulai tiga hari lalu dan saat ini tengah tahap penyelesaian di lapangan.

Kelima desa seberang Batang Gadis yang menggunakan Titi Gantung ini adalah Desa Hutarimbaru Sayur Maincat, Hutapadang Sayur Maincat, Muara Potan Aek Marian, Simandolam dan Gunung Tua Sayur Maincat.

Kondisi kerusakan Titi Gantung ini memang sudah cukup parah. Papan lantai dan kayu bantalan banyak yang rapuh dan patah.  Bahkan dua minggu terakhir, Titi Gantung ini tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat.

Sumber di lapangan Jumat (14/2) mengatakan, dana perbaikan Titi Gantung ini bersumber dari Pemkab Madina melalui anggaran rutin di Dinas PUPR. Sedangkan bentuk pengerjaan yang dilakukan mengganti papan lantai dan kayu bantalan. Proses penggantian lantai dan kayu bantalan Titi Gantung yang panjangnya mencapai 50 meter dengan lebar 3 meter diprediksi menghabiskan dana puluhan juta rupiah.

Napsan, salah seorang tokoh masyarakat seberang Batang Gadis kepada StArtnews mengatakan, pihaknya menyambut baik perbaikan Titi Gantung yang dilakukan Pemkab Madina ini.

Pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Madina yang sudah menganggarkan perbaikan Titi Gantung ini walaupun hanya sebatas mengganti lantai dan kayu bantalan.

Menurutnya, warga 5 desa selama ini sudah cukup lama menunggu perbaikan Titi Gantung ini karena kondisinya memang sudah cukup parah. Kondsinya sudah tidak layak untuk dilewati. Apalagi belakangan ini Titi Gantung ini tidak bisa lagi dilewati roda empat. Untuk sementara warga terpaksa memutar dari arah desa Sabadolok dengan makan waktu yang lebih lama agar sampai ke 5 desa Seberang Batang Gadis.

Napsan juga berharap dalam jangka panjang, pemerintah diharapkan bisa membangun jembatan ini secara permanen.  Sebab di kawasan Kotanopan, Titi Gantung inilah satu-satunya yang kondisinya rawan untuk dilewati. Apalagi setiap harinya dilalui ratusan kenderaan, baik roda dua, tiga dan empat.

Selain itu, warga seberang Batang Gadis juga sudah cukp lama menunggu agar jembatan ini dibangun secara permanen.

Reporter: Lokot Husda

Editor: Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi