Unras di Basecamp PT SMGP, Massa Tuntut Perusahaan Ditutup Total

Panyabungan, StArtNews-Puluhan massa tergabung dalam Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Madina melakukan unjuk rasa di basecamp PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal) Purba Lamo, Rabu (10/3).

Unjuk rasa ini menuntut agar korporasi asing yang diakuisisi KS Orka segera tutup total karena telah melakukan praktek mal operasional dan pelanggaran berat SOP (Standard Operating Procedure) yang berujung pada tewasnya 5 warga Sibanggor Julu dan 52 orang lainnya terpaksa mendapatkan perawatan serius.

Massa yang datang sekitar pukul 14.30 WIB ini  mengendarai  2 unit kendaraan roda 4 dengan membawa pengeras berupa suara sound system. Unjuk rasa ini dikawal ketat puluhan personel dari Polres Madina.

Koordinator Aksi, Dedy Jackson dalam orasinya menuntut sikap tegas Kementerian ESDM untuk menjatuhkan sanksi kepada PT SMGP.

“Kementerian ESDM jangan plin-plan dan terkesan tunduk kepada PT SMGP yang sarat masalah. Pencabutan izin PT SMGP adalah konsekuensi paling logis dan pantas diterima atas kematian masyarakat Madina. PT SMGP harus tutup dan angkat kaki dari bumi Gordang Sambilan,” teriak Dedy yang disambut teriakan “usir PT SMGP” berkali-kali oleh rekan-rekannya.

Dedy juga menjelaskan beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh PT SMGP. Menurutnya hal itu tidak dapat dibenarkan secara nalar sehat dan regulasi apapun.

“Ini menyangkut nyawa manusia yang tidak bisa dibeli. Kita minta Kementerian ESDM untuk bersikap tegas menghentikan seluruh aktivitas PT SMGP demi keselamatan rakyat sesuai UU 21/2004 tentang Panas Bumi dan Permen ESDM No.77/2007. Penutupan PT SMGP adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar,” tegas Dedy dalam orasinya.

Sementara Ketua Fokrat, Aswardi Nasution meminta perusahaan bertanggung jawab secara moral dan secara hukum. Ia juga menegaskan, pihak berwajib harus menyeret pimpinan PT SMGP ke depan hukum.

Unras yang berjalan sekitar 2 jam tersebut tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan. Hal ini, jelas Ketua Basara Al Washliyah Madina, menujukkan arogansi dan amatiran.

Ia menegaskan, jika dalam waktu 7 x 24 jam aspirasi yang disampaikan tidak mendapat respon, maka pihaknya akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar.

Usai menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, massa yang tergabung dari berbagai organisasi ini membubarkan diri dengan tertib.

Reporter/Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi