Wakil Bupati Madina Buka Festival Desa Penyangga TNBG 2018

Kotanopan, StArtNews- Wakil Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution, Rabu sore (28/11) membuka secara resmi kegiatan Festival Desa Penyangga Taman Nasional Batang Gadis (TNBG)  tahun 2018 bertempat di Lapangan Parkir Terminal Pasar Kotanopan.

Selain Wakil Bupati Mandailing Natal, hadir juga dalam kegiatan tersebut Ir. Padmo Wiyoro yang juga sebagai anggota kelompok  keahlian Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat pada Direktorat Jenderal KSDAE, Kepala Balai TNBG Madina Dra, Etti Nurwanti,  M. Si, tokoh masyarakat Mandailing Julu Aswin Parinduri, Camat se Mandailing Julu, Kepala Desa dan undangan lainnya.

Kepala Balai TNBG Madina Dra, Etti Nurwanti, M.Si, dalam laporannya menyampaikan,  tujuan kegiatan ini untuk memberikan apresiasi dan kolaborasi dalam pengelolaan TNBG dengan semua komponen masyarakat. Kemudian, mengenalkan program – program TNBG kepada masyarakat, mitra kerja dan kegiatannya.

Ditambahkannya, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 28-30 November di Lapangan Terminal Pasar Kotanopan. Sedangkan bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa pameran, pentas seni, coffe lewo, lomba brewing kopi, lomba sortir kopi dan lomba untuk TK/SD. Kita berharap, warga masyarakat Madina, utamanya warga masyarakat Mandailing  Julu  hadir melihat pameran ini.

Untuk stand yang ditampilkan dalam kegiatan ini merupakan mitra TNBG, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, BPGC, Dharma Wanita TNBG, desa Maga Lombang, desa Pagar Gunung dan Pastap Julu, Muspika Kotanopan dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Sedangkan Wakil Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dalam arahannya memberikan apresiasi  kepada TNBG yang telah menciptakan program ini. Dirinya berharap,  kegiatan ini berdampak positif untuk kemajuan kopi di Mandailing Natal. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang program – program TNBG dalam mengelola Taman Nasional Batang Gadis.

Wakil Bupati juga mengharapkan kepada semua stakeholder di Mandailing Natal agar sama-sama ikut mengembangkan kopi Mandailing yang sudah mendunia. Selama ini kita akui pengembangan kopi Mandailing di Madina belum tumbuh secara signifikan. Untuk itu, diperlukan keterlibatan semua pihak untuk pengembangan kopi ini.

Pantauan di lapangan, masing-masing masing Stand menampilkan berbagai prodak hasil alam Madina, mulai dari BPGC menampilkan produk Kopi Banamon, Seksi PTN W 3 menampilkan Pagar Gunung Mandailing Coffe, tas hasil kerajinan masyarakat, dodol dan hasil alam lainnya.

Reporter : Lokot Husda

Editor : Odi Eserge

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi