menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Warga Gunung Tua Muara Soro dan Sekitarnya Mulai Beraktifitas Kembali

Ade | 7 Maret 2018

Kotanopan, StArtNewsWarga desa Gunung Tua  Muara Soro dan sekitarnya Kecamatan Kotanopan Kab. Mandailing Natal mulai beraktifitas kembali setelah sebelumnya sempat 4 hari warga takut ketempat usahanya karena adanya dugaan jejak Harimau di wilayah tersebut.

Namun, dugaan jejak Harimau yang meresahkan warga itu ternyata hanya jejak binatang Binturong (Sejenis Musang Besar). Kepastian itu didapat setelah Tim dari Taman Nasional Batang  Gadis (TNBG) Kab. Mandailing Natal, Senin (5/3) lalu turun langsung melihat jejak yang diduga Harimau di daerah kebun warga di Aek Sibatu desa Gunungtua dan Muara Siambak.

Kepala Desa Gunung Tua Muara Soro,  M.  Arifin Lubis yang dihubungi,  Rabu, (07/3) memenarkan hal ini. “Alhamdulillah, walapun tidak semua, warga sudah kembali melakukan aktifitas ke tempat usahanya. Mereka sudah melakukan aktifitas seperti biasanya di kebun atau di sawah masing-masing. Beberapa hari ke depan kita berharap, semua warga sudah  kembali normal melakukan aktifitasnya”, harapnya.

Dikatakannya, kita sangat bersyukur pihak TNBG Mandailing Natal  sudah turun ke lapangan dan bisa memberikan kepastian tentang dugaan jejak harimau itu hanyalah jejak binatang lain.  Jadi warga tidak lagi dihantui rasa ketakutan. Kepastian jejak ini juga memberikan jawaban tentang adanya berita berita miring seputar aktivitas jejak  harimau di daerah tersebut.

Camat Kotanopan Kholillullah,  S. Sos yang dihubungi  juga menghimbau agar warga kembali melakukan aktifitas secara normal.  Begitupun Camat mengharapkan tetap waspada dan hati-hati. Kalau ada nanti ditemukan di lapangan masalah atau kejanggalan, warga dipersilakan menghubungi pihak TNBG ataupun Muspika Kotanopan.

Seperti diberitakan sebelumnya, selama seminggu terakhir, warga desa Gunung Tua, Padang bulan Muara Soro, Muara Siambak, Manambin dan Kampung Baru sempat takut berangkat ke tempat usahanya karena adanya dugaan jejak harimau di kawasan Aek Soro dan Aek Sibatu.  Namun setelah Pihak TNBG turun ke lapangan memastikan bahwa jejak itu bukanlah jejak harimau, akan tetapi ia jejak binatang Musang besar (Bintorung).

Reporter : Lokot Husda

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play