menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Warga Pakantan Kembali Harapkan Pendirian SLTA

Ade | 9 Januari 2017

Warga Pakantan Kembali mengharapkan pendirian SLTA

Pakantan.StArtNews-Warga Kecamatan Pakantan Kabupaten Mandailing Natal kembali mengharapkan pendirian Sekolah Tingkat Lanjutan Atas (SLTA) di daerah itu. Sebab, sampai saat ini belum ada sekolah lanjutan tingkat atas berdiri di Kecamatan ini.

Harapan itu disampaikan salah seorang tokoh pemuda Pakantan Parluhutan kepada Wartawan, Senin (9/1) di Pakantan. “Atas nama perwakilan masyarakat  Pakantan kita berharap Pemerintah segera membangun sekolah lanjutan tingkat atas di Kecamatan ini. Sebab, sampai saat ini belum pernah ada sekolah SLTA di daerah ini,” ujarnya.

Dikatakannya, selama ini sekolah yang ada di Kecamatan Pakantan  hanyalah tingkat SLTP. Jadi kalau warganya mau melanjutkan sekolah ke jenjang SLTA, terpaksa keluar dari Kecamatan Pakantan, misalnya ke Muara Sipongi atau Kotanopan. Kondisi ini tentunya cukup menyulitkan bagi orangtua, sebab kalau di luar kecamatan anaknya sekolah terpaksa kost atau menyewa rumah. Hal ini tentunya akan menambah biaya, belum lagi  anak tidak akan bisa dikontrol karena jauh dari orangtua, “ ujarnya.

Dikatakannya, sejak dulu memang sekolah SLTA tidak ada di Kecamatan ini. Melihat pertumbuhuan penduduk yang semakin banyak, kebutuhan untuk pendirian SLTA  sudah semakin mendesak. Sebab, tidak  jarang sebagian warga Pakantan  tidak melanjutkan pendidikan karena jauhnya sekolah tingkat SLTA dari sini. Selain faktor ekonomi ada juga yang tidak tahan berpisah dari orangtuanya.

“Jadi intinya, kalau pendidikan di Pakantan ingin maju, maka Pemerintah harus membangunan SLTA di sini. Lagi pula, keinginan warga ini hal yang wajar-wajar saja, sebab sejak sebelum kemerdekaan sampai saat ini daerah Gunung Kulabu ini belum pernah berdiri pendidikan  tingkat SLTA. Untuk itu, kita minta kepada Bupati dan anggota DPRD Madina menjadikan ini agenda di tahun 2017 atau tahun 2018 ini,” harap Parluhutan.

Sedangkan Camat Pakantan Ismed, SH yang dihubungi, mengaku cukup mendukung keinginan warga ini. “Kita dari Muspika Pakantan cukup mendukung keinginan warga ini. Sebab, dengan tidak adanya SLTA di kecamatan ini maka biaya yang ditanggung orangtua semakin tinggi. Begitu juga dari tinjauan geografis memang sudah pantas kecamatan ini berdiri SLTA,” katanya.

Reporter : Lokot Husda Lubis

Editor : Hendra Ray

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play