menu Home chevron_right
Musik & Informasi

150 Ribu Petugas Dikerahkan Amankan Natal dan Tahun Baru

Ade | 24 Desember 2015

2MUSIK DAN INFORMASI PAGI – Republik Indonesia (Polri) melibatkan sekitar 80 ribu polisi untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru 2016 di seluruh wilayah Tanah Air. Total polisi yang dilibatkan adalah 80.197 personel yang terdiri atas personel Mabes sebanyak 705 dan Polda 79.492.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan mereka bertugas memaksimalkan kesiagaan aparat terhadap berbagai jenis ancaman, seperti kriminalitas, serangan bom, aksi terorisme, sabotase, penyalahgunaan narkoba, dan perusakan fasilitas umum.

“Sepanjang 2015, telah terjadi beberapa bentuk gangguan keamanan yang menonjol, seperti penembakan terhadap warga sipil di Paris, bom bunuh diri di Bangkok, serta aktivitas kelompok ISIS yang terus mengancam. Tentunya itu menjadi concern kami. Semoga itu tidak terjadi di Indonesia dan merusak kedamaian kita,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya seusai apel, Rabu, 23 Desember 2015.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kekuatan ini juga akan di back up TNI dari berbagai kesatuan sebanyak 20.681 personel dan instansi terkait sebanyak 49.670, yang terdiri atas Satpol PP, Limnas, dan PMK. Total kekuatan personel pengamanan menjadi 150.548 personel.

Pasukan pengamanan ini terbagi di berbagai Polda di Indonesia dengan dua kategori. Prioritas satu sebanyak 13 Polda dan prioritas dua sebanyak 19 Polda. Sementara itu, jumlah gereja yang diamankan sebanyak 33.809.

Untuk itu, ada 2.195 pos yang didirikan. Pos tersebut terbagi menjadi 1.557 pos pengaman dan 638 pos pelayanan. Disiapkan pula 998 CCTV yang diinstal untuk pengamanan ini.

Khusus untuk malam tahun baru,  ada 1.851 titik atau lokasi yang menjadi fokus pengamanan, termasuk di pelabuhan, bandara, dan stasiun. Tempat wisata yang diamankan ada 2.678 titik dan pusat perbelanjaan ada 2.550 titik.

Pola pengamanan yang ditetapkan tergantung pada keputusan kewilayahan. “Apakah menempatkan personel tetap atau tidak,” ujar Kapolri.  Operasi Lilin 2015 akan digelar selama 10 hari, mulai 24 Desember pukul 00.00 hingga berakhir 2 Januari 2016 pukul 24.00.

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play