menu Home chevron_right
Berita Sumut

Ibu Temukan Anaknya Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Redaksi | 17 April 2025

Tapsel, StartNews – Seorang pria bernama Finus Halawa ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di rumahnya di Pintu Angin Lingkungan V, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (15/4/2025) malam.

Peristiwa itu kali pertama diketahui oleh ibu korban, Etina Nduru (46), yang pulang ke rumah sekitar pukul 21.00 WIB usai berkunjung ke Aek Sabatang.

Saat tiba di rumah, dia mendapati seluruh pintu dan jendela rumah terkunci dari dalam. Setelah berhasil membuka paksa pintu depan, Etina terkejut mendapati anaknya tergantung dengan tali nilon.

Dia pun segera melapor kepada ketua RW setempat, Yabaedi Laia, yang kemudian meneruskan laporan ke pihak Polsek Batang Toru.

Tak lama berselang, tim kepolisian yang dipimpin langsung Kapolsek Batang Toru Recky Nelson Tarigan bersama Unit Reskrim dan tim medis, melakukan olah TKP dan visum luar terhadap jenazah.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Terdapat jejak jeratan di leher dan cairan sperma di pakaian dalam korban, yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal karena gantung diri,” kata Kapolsek Batang Toru Recky Nelson Tarigan dalam keterangan tertulis.

Pihak keluarga korban telah menerima kematian Finus Halawa sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah pun telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa itu menambah daftar kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Sumatera Utara. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental anggota keluarga dan segera mencari bantuan jika menemukan tanda-tanda depresi.

Reporter: Lily Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play