Ledakan Populasi Madina Berpeluang Penambahan 5 Kursi Parlemen di Pemilu 2029
Jumlah penduduk Madina menembus angka 500 ribu jiwa. Simak simulasi KPU Madina terkait potensi penambahan kursi DPRD menjadi 45 kursi pada Pemilu 2029.
Panyabungan, StartNews – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal (KPU Madina) memproyeksikan penambahan alokasi kursi DPRD dari 40 menjadi 45 kursi pada Pemilu 2029 akibat ledakan jumlah penduduk yang kini melampaui angka 500 ribu jiwa.
Kepastian potensi perubahan peta politik ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Simulasi Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) yang digelar di Aula KPU Madina, Kecamatan Panyabungan, Kamis (23/4/2026). FGD ini melibatkan Bawaslu dan perwakilan berbagai partai politik.
Pertumbuhan demografi yang signifikan itu merujuk pada Data Agregat Kependudukan (DAK) tahun 2025 dari Disdukcapil Madina yang mencatat angka 509.896 jiwa. Berdasarkan amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 191, wilayah dengan populasi di rentang 500.001 hingga 1.000.000 jiwa secara otomatis berhak mendapatkan alokasi 45 kursi legislatif.
Dalam simulasi terbaru, Dapil I diprediksi akan mendapatkan porsi terbesar dengan 11 kursi, disusul Dapil V dengan 10 kursi, Dapil IV sebanyak 9 kursi, Dapil II dengan 8 kursi, dan Dapil III sebanyak 7 kursi.
Meskipun data kependudukan saat ini sudah memenuhi syarat, KPU menegaskan penetapan resmi harus menunggu tahapan regulasi yang diprediksi akan bergulir pada tahun 2028. Penambahan kursi ini menjadi sinyal bagi partai politik untuk segera mengatur ulang strategi pemenangan dan pemetaan basis massa di setiap wilayah yang mengalami penggemukan alokasi kursi.
Anggota KPU Madina Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Yasir Nasution menjelaskan, stabilitas angka kependudukan menjadi kunci utama perubahan komposisi parlemen tersebut.
“Selama tren jumlah penduduk Madina tetap bertahan di atas 500.000 jiwa hingga tahun 2028 nanti, maka dapat dipastikan jumlah kursi DPRD Madina pada Pemilu 2029 akan bertambah menjadi 45 kursi,” ujar Yasir.
Langkah simulasi itu diharapkan memberikan gambaran awal bagi para pemangku kepentingan politik di Madina agar lebih siap menghadapi dinamika elektoral yang lebih kompetitif. Peningkatan jumlah kursi tidak hanya sekadar penambahan angka di parlemen, tetapi juga mencerminkan representasi masyarakat yang semakin luas dalam struktur pemerintahan daerah di masa depan.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.