Gunung Sorik Marapi Makin Sering Alami Gempa
Aktivitas kegempaan Gunung Sorik Marapi di Madina mengalami peningkatan signifikan dengan puluhan gempa vulkanik dan tektonik. Masyarakat diimbau jauhi radius 1,5 kilometer.
Panyabungan, StartNews – Gunung Sorik Marapi yang terletak di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, tercatat makin sering mengalami aktivitas kegempaan dalam periode pengamatan terbaru.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa gunung api tersebut didominasi oleh gempa Vulkanik Dalam serta rentetan gempa tektonik, yang menandakan adanya peningkatan aktivitas magmatik di bawah permukaan.
Berdasarkan data pos pengamatan pada Rabu (20/5/2026) periode pukul 00.00-24.00 WIB, terekam sebanyak 28 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2 hingga 43 mm, S-P 0,5 sampai 1,5 detik, dan durasi gempa berkisar antara 2 hingga 4 detik.
Selain itu, instrumen seismik juga menangkap 4 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 2 hingga 11 mm, serta 6 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo mencapai 28 mm dan durasi hingga 160 detik.
Secara visual, kondisi Gunung Sorik Marapi saat ini lebih sering tertutup oleh Kabut 0-I hingga Kabut 0-II, sehingga asap kawah tidak dapat teramati dari pos pemantauan. Cuaca di sekitar kawasan puncak dilaporkan mendung dengan tiupan angin lemah ke arah utara, tenggara, dan barat laut. Sementara suhu udara berada pada rentang 19 hingga 27 derajat Celsius.
Merespons peningkatan aktivitas ini, pihak berwewenang mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi warga setempat maupun wisatawan yang berada di sekitar kawasan rentan tersebut. Masyarakat dan pengunjung dilarang keras memasuki wilayah radius 1.500 meter dari pusat kawah utama atau puncak Gunung Sorik Marapi guna mengantisipasi ancaman bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Larangan serupa juga berlaku untuk kawasan kawah aktif lainnya di sekitar gunung api tersebut. Warga diminta tidak memasuki Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, dan kawah-kawah sekunder lainnya guna menghindari potensi bahaya dari semburan lumpur dan gas beracun yang dapat muncul secara tiba-tiba.
“Kami mengimbau seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong atau hoax, dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya, serta diharapkan masyarakat selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah,” ujar Muhammad Dedek, petugas Pos Pengamatan Gunung Sorik Marapi.
Pemkab Madina juga diminta senantiasa memperkuat koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung, atau langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Sorik Marapi yang berada di Desa Sibangor Tonga, Kecamatan Puncak Sorikmarapi, demi mempercepat langkah mitigasi jika terjadi eskalasi aktivitas yang lebih besar.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.