Pasar Murah Madina Paten Kali, Bah!
HORAS, kedan-kedan sekalian! Cemana kabar klen menjelang Idul Adha ini? Dompet aman? Atau udah mulai megap-megap macam ikan kurang air?
Biasa lah ya kan, tiap kali mau masuk hari besar keagamaan kek Idul Adha ini, harga sembako di pasar udah siap-siap aja naik kereta kencana. Melesat naik ke atas tak nengok-nengok ke bawah lagi. Bikin emak-emak menjerit batinnya tiap kali ngecek harga beras sama minyak goreng.
Tapi tenang klen! Awak tengok Pemkab Mandailing Natal (Madina) lewat Dinas Ketahanan Pangan gak tinggal diam aja nengok kita pusing. Hari ini, Kamis 21 Mei 2026, mereka menggelar acara yang namanya sungguh sedap didengar kuping: Gerakan Pangan Murah!
Pusatnya di Pasar Lama Panyabungan sana. Gak cuma di Madina aja rupanya, gerakan ini serentak digelar se-Sumatera Utara, disuruh langsung sama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumut. Paten kali memang koordinasinya ini, kompak!
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Madina, Bapak Taufik Zulhendra bilang, ini tujuannya murni buat bantu kita-kita ini biar dapat bahan pokok yang harganya gak bikin jantungan. Klen bayangkan aja, di pasar murah ini ada beras 6 ton sama minyak goreng 2 ton yang siap digas.
Harganya? Wuih, mantap kali bah! Minyak goreng cuma Rp15.500 per liter. Terus beras, Rp60 ribu aja udah dapat klen 5 kilogram. Coba klen bandingkan sama harga di luaran sana, jauh bedanya kan?
Makanya, kalau udah dengar kata “murah” begini, insting emak-emak kita pasti langsung tajam setajam silet, siap-siap pasang kuda-kuda ke Pasar Lama.
Tapi di sinilah awak mau kasih tahu sikit. Bapak Bupati kita, H. Saipullah Nasution, udah ngasih kode. Kata beliau, gerakan ini memang buat meringankan beban masyarakat, tapi stoknya terbatas. Enam ton beras itu banyak kalau ditengok, tapi kalau yang antre se-kabupaten, ya bisa ludes dalam hitungan jam!
Makanya, awak mau mengkritisi sikit kelakuan kita-kita ini kalau lagi belanja di pasar murah. Klen kalau belanja, beradab sikit lah, jangan mentiko!
Mentang-mentang murah, klen borong semua macam mau buka grosir di rumah. Ingat tetangga di belakang yang antreannya panjang itu! Belilah secukupnya, jangan sampai pula gara-gara rebutan beras 5 kilo, klen jadi baku hantam tarikan jilbab di tengah jalan. Malu kita ditengok orang provinsi!
Kebijakan Pemkab Madina ini wajib kita dukung penuh. Di tengah situasi ekonomi yang kadang bikin sakit kepala, pemerintah daerah mau turun tangan langsung bawa sembako murah itu udah langkah yang top markotop. Ini bukti mereka gak cuma duduk manis di kantor ber-AC, tapi mikirkan juga periuk nasi warganya.
Satu lagi yang bikin awak senyum-senyum, Pak Bupati Saipullah juga sempat nyeletuk soal kurban. Katanya Pemkab Madina nanti bakal nyalurkan hewan kurban buat masyarakat. Walaupun jumlahnya masih didata alias belum pasti berapa ekor, tapi niat baiknya udah nampak.
Kita doakan aja lembu yang disalurkan nanti gemuk-gemuk, ya kan. Biar kebagian semua masyarakat yang membutuhkan daging pas Lebaran Haji nanti. Jangan ayam pula yang disumbangkan.
Akhir kata, maju terus Pemkab Madina! Program-program mantap kek gini kalau bisa jangan cuma pas mau Lebaran aja, tiap bulan pun awak rela antre.
Buat masyarakat, selamat berbelanja, nikmati harga murahnya, dan ingat… antre yang rapi, jangan main serobot! Horas! (*)
Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Comments
This post currently has no comments.