Sekolah di Kaki Gunung Sorik Marapi, Siswa Baru Diajari Cara Selamat dari Bencana
PSM, StartNews – PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melatih 73 siswa baru SMP Negeri 1 Puncak Sorik Marapi (PSM), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), untuk tangguh menghadapi ancaman letusan gunung api aktif, Kamis (16/7/2026).
Langkah mitigasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 itu menjadi penting mengingat posisi geografis sekolah yang berada tepat di zona rawan bencana.
Kepala SMPN 1 PSM Saharni mengatakan edukasi itu bukan sekadar pengenalan sekolah biasa, melainkan bekal bertahan hidup bagi para siswa yang hidup di bawah bayang-bayang Gunung Sorik Marapi.
“Materi ini sangat penting agar siswa mampu mengenali berbagai ancaman bencana serta memahami langkah yang harus dilakukan dalam situasi darurat,” ujar Saharni.
Dia juga mengapresiasi konsistensi PT SMGP yang tidak hanya mengeksplorasi energi bumi, tetapi juga aktif menjaga keselamatan dan pendidikan generasi muda di wilayah lingkar tambang melalui kolaborasi yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir.
Dalam sesi materi, Koordinator Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) PT SMGP Zico DP menggembleng para siswa dengan pemahaman dasar mengenai klasifikasi bencana alam, non-alam, hingga bencana sosial. Siswa baru diajarkan cara membaca tanda-tanda alam, melakukan pencegahan dini, hingga protokol evakuasi mandiri jika sewaktu-waktu terjadi aktivitas vulkanik yang meningkat.
Sementara Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP Ali Sahid menjelaskan, keterlibatan perusahaan dalam MPLS ini merupakan bagian dari komitmen di sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Selain mitigasi bencana, perusahaan juga menyalurkan bantuan literasi hingga pelatihan seni budaya.
“Program ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dengan baik,” kata Ali Sahid.
Edukasi yang berlangsung selama dua jam sejak pukul 10.00 WIB tersebut berjalan interaktif. Untuk mencairkan suasana serius seputar kebencanaan, pemateri menyisipkan sesi tanya-jawab berhadiah yang disambut antusias oleh para peserta.
Reihan, salah satu siswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku metode simulasi dan penyampaian yang seru membuat materi tanggap darurat ini mudah dipahami oleh anak seusianya.
“Acaranya sangat menarik, kami juga diberikan hadiah jika bisa menjawab pertanyaan,” tutur Reihan.
Reporter: Ant/Sir

Comments
This post currently has no comments.