Pergerakan Magma Meningkat, Gempa Vulkanik Dalam Guncang Perut Gunung Sorik Marapi
PSM, StartNews – Meningkatnya aktivitas kegempaan vulkanik dalam di perut Gunung Sorik Marapi membuat masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki radius 1.500 meter dari pusat kawah utama. Ancaman pergerakan magma ini menjadi dasar otoritas untuk memperketat zona aman guna mengantisipasi pelepasan energi secara mendadak di permukaan.
Berdasarkan data pemantauan komprehensif yang dihimpun oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sorik Marapi, Aris Munandi, fluktuasi di dalam perut gunung sepanjang Kamis (16/7/2026), mencatat terjadinya lima kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo mencapai tiga hingga enam milimeter.
Rentetan gempa internal yang berlangsung dengan durasi tiga hingga sembilan detik tersebut mengindikasikan adanya tekanan fluida magmatik yang terus mendesak di bawah gunung berketinggian 2.145 meter di atas permukaan laut ini.
Kondisi bawah permukaan yang dinamis tersebut berbanding terbalik dengan pemantauan visual kawah utama yang cenderung tenang. Embusan asap putih tipis hanya teramati setinggi 25 hingga 30 meter di atas puncak.
Selain gempa vulkanik dalam, instrumen seismograf di lapangan juga menangkap rambatan energi berupa dua kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo lima hingga sebelas milimeter serta dua kali gempa tektonik jauh.
Aris Munandi mengatakan indikasi pergerakan di perut gunung ini menuntut kewaspadaan pada titik-titik kawah aktif yang berada di sekitarnya.
“Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan sama sekali tidak boleh memasuki Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, dan kawah-kawah aktif lainnya yang terdapat di sekitar Gunung Sorik Marapi untuk menghindari potensi bahaya dari semburan lumpur dan gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ujar Aris dalam keterangan tertulis terkait pembatasan akses tersebut.
Pemkab Madina juga diminta mengintensifkan koordinasi berkala dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan di Desa Sibangor Tonga.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.