menu Home chevron_right
Berita Madina

KMM Bangkitkan Urat Nadi Ekonomi Korban Bencana di Madina

Redaksi | 16 Juli 2026

Panyabungan, StartNews – Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) merealisasikan program pemulihan (recovery) pascabencana secara masif di beberapa desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) guna membangkitkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial warga yang lumpuh akibat banjir dan longsor pada akhir tahun 2025.

Program pemulihan itu merupakan keberlanjutan aksi kemanusiaan KMM yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan darurat berupa pakaian dan kebutuhan pokok pada Januari dan Februari 2026.

Dana program pemulihan yang menyasar infrastruktur vital ini bersumber dari donasi yang dihimpun KMM dari warga, komunitas masyarakat, serta perusahaan swasta, dengan bersinergi bersama aparat desa dan kecamatan setempat.

Di Desa Sopotinjak, Kecamatan Batangnatal, KMM memprioritaskan pemulihan sektor pertanian warga yang sempat mati suri. Banjir dan longsor akibat tergerusnya Sungai Batangnatal sebelumnya memutus total aliran irigasi ke sawah masyarakat. Menanggapi kondisi ini, KMM menyalurkan bantuan berupa 121 batang pipa ukuran 4 inci sepanjang 701,8 meter yang disebar di enam titik lokasi.

Intervensi ini berhasil mengalirkan kembali air ke 1,8 hektare atau setara 66 pantak sawah yang dikelola oleh 12 petani setempat. Melalui sistem gotong-royong, pipa-pipa tersebut telah terpasang dan para petani dapat kembali mengolah lahan mereka.

Pemulihan ini penting mengingat karakteristik pertanian di desa ini hanya memungkinkan masyarakat untuk menanam padi sekali dalam setahun.

“Fokus kami dalam fase recovery ini mengembalikan kemandirian masyarakat. Kami tidak hanya memberikan bantuan konsumtif saat bencana, melainkan membangun kembali infrastruktur produktif yang menjadi urat nadi kehidupan warga agar mereka bisa kembali bekerja dan beribadah dengan layak,” ujar perwakilan pengurus KMM melalui rilis pers, Kamis (16/7/2026).

Selain sektor pertanian, pemulihan fasilitas sosial juga digenjot di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu. KMM merehabilitasi fasilitas sanitasi yang rusak dengan menyediakan 20 batang pipa ukuran 6 inci sepanjang 116 meter untuk memperbaiki sarana pemandian, cuci, dan kakus (MCK). Fasilitas air bersih ini sudah dapat dimanfaatkan kembali oleh sekitar 55 kepala keluarga untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, KMM Peduli juga memfasilitasi pembangunan kembali musala desa yang sempat hanyut tersapu banjir. Saat ini, warga sedang bergotong-royong membangun pondasi rumah ibadah berukuran 2,5 meter x 4 meter tersebut.

Keberadaan musala itu dinantikan warga yang baru pulang bertani, serta para pelintas sungai yang menggunakan perahu getek sebagai sarana penyeberangan.

Guna mempercepat penyelesaian, KMM menyalurkan material bangunan seperti semen, pasir, batu kali, besi, dan kayu.

Sebagai informasi, KMM didirikan pada tahun 2009 oleh para perantau asal Kabupaten Madina yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Meskipun sekretariat pusatnya berada di Jakarta, kantor operasional KMM aktif bergerak di Kabupaten Madina dengan lini usaha yang meliputi pembiayaan grameen syariah, finance syariah, serta agen resmi gas LPG 3 kg bersubsidi.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play