Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi
Jakarta, StartNews – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda hingga kini masih terus mengalami aktivitas erupsi berkelanjutan, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperketat area steril bagi seluruh aktivitas manusia. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati kawasan pulau gunung api itu atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah yang masih aktif.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Ahmad Zaennuri mengatakan lontaran material vulkanik dan bahaya gas beracun berisiko tinggi bagi keselamatan siapa saja yang melanggar batas jarak aman tersebut.
“Erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus terjadi, sehingga kami minta masyarakat dan wisatawan benar-benar mematuhi rekomendasi untuk tidak masuk ke dalam radius tiga kilometer dari kawah,” ujar Ahmad dalam keterangannya pada Senin (7/9/2026).
Dalam pengamatan terbaru, Pos Pemantauan mencatat empat kali gempa embusan dengan amplitudo 30–41 mm berdurasi 22–39 detik, 17 kali gempa harmonik dengan amplitudo 24–46 mm berdurasi 23–387 detik, serta 34 kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 19–45 mm berdurasi 6–19 detik.
Selain itu, terekam pula 44 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 20–46 mm berdurasi 7–23 detik dengan S-P tidak teramati, dan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 5–15 mm yang didominasi pada skala 10 mm.
Masyarakat di sekitar kawasan pesisir Banten dan Lampung diimbau tidak terpancing desas-desus yang tidak jelas sumbernya dan hanya memantau perkembangan resmi dari pihak berwewenang.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah terus menyiagakan personel di titik-titik pemantauan untuk memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi dampak erupsi susulan.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.