Padangsidimpuan Tak Mau Asal Pulih, Infrastruktur Pascabencana Dibangun Lebih Tangguh
Padangsidimpuan, StartNews – Pemerintah Kota Padangsidimpuan menolak sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti sediakala dan memilih merancang ulang tata ruang wilayah terdampak agar lebih tahan terhadap ancaman bencana pada masa depan.
Komitmen penataan berbasis ketahanan lingkungan tersebut ditandai dengan pembukaan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Dokumen Perencanaan Teknis Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aula Bapelitbangda, Senin (26/10/2026).
Rapat yang melibatkan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Utara Kementerian Pekerjaan Umum itu berfokus pada penetapan kawasan prioritas, pemetaan kebutuhan pembiayaan, hingga penyusunan tahapan penanganan yang terukur. Melalui koordinasi terpadu tersebut, penyusunan dokumen direncanakan tidak hanya memenuhi prosedur formal administrasi, tetapi secara rinci menjawab persoalan teknis pemulihan di lapangan.
Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Nasution mengatakan momentum pascabencana harus dimanfaatkan untuk merombak sistem mitigasi wilayah secara menyeluruh.
“Dokumen perencanaan teknis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini memiliki arti strategis bagi Kota Padangsidimpuan. Dokumen ini harus menjadi dasar yang komprehensif dalam menentukan lokasi prioritas, mengidentifikasi kebutuhan penanganan, menyusun program dan kegiatan, menghitung kebutuhan pembiayaan, serta menetapkan tahapan pelaksanaan secara terukur dan berkelanjutan,” ujar Rahmat.
Dia mengatakan penguatan penanggulangan bencana daerah dilaksanakan secara berkesinambungan mencakup pengurangan risiko, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga tahap pemulihan fisik.
Pemko Padangsidimpuan menargetkan hasil pembahasan FGD I ini melahirkan kesepahaman profil kawasan terdampak berlandaskan data akurat guna mempercepat perwujudan kota yang aman dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
Reporter: Sir

Comments
This post currently has no comments.