menu Home chevron_right
Berita MadinaStart News

Aksi Bela Tauhid Juga Berlangsung di Padangsidimpuan

Ade | 2 November 2018

Padangsidimpuan, StArtNews- Ummat Islam dari berbagai elemen organisasi berkumpul menggelar aksi damai membela kalimat Tauhid di alaman bolak, Kota Padangsidimpuan, Jum’at (02/11) siang. Mereka mengggelar aksi mengibarkan bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid.

Aksi Bela Kalimat Tauhid tersebut bermula dari lapangan mesjid raya baru kota Padangsidimpuan. Ummat Islam laki-laki dan perempuan menonjolkan tulisan kalimat Tauhid selain di bendera besar dan kecil, hitam dan putih, juga di topi dan pita ikat kepala. Aksi ummat Islam tersebut dikawal barikade dari Front Pembela Islam (FPI) Kota Padangsidimpuan.

Sejumlah ummat bergerak berjalan kaki dari Masjid raya baru menuju alun-alun alaman bolak, kota Padangsidimpuan. Beberapa arus kendaraan dialihkan karena ramainya ummat yang turun ke jalan, sehingga menyempitkan badan jalan. Aksi damai tersebut dikawal aparat kepolisian.

Sebelum memulai aksi, mereka berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, sepanjang jalan bergantian aktivis elemen organisasi massa keislaman bergantian berorasi. Inti dari orasi mereka, membela kalimat Tauhid dari tangan-tangan, dan tindakan anarkis pihak tertentu yang merusak kalimat Tauhid, yang selalu dijunjung tinggi ummat Islam.

“Kami meminta aparat kepolisian, mengusut tuntas kasus pembakaran bendera kalimat Tauhid oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, kalimat Tauhid sangat dinjunjung tinggi ummat Islam seluruh dunia,” kata Bapak Roni Saputra Siregar, salah seorang peserta sekaligus koordinator aksi damai tersebut.

Alun-alun alaman bolak kota Padangsidimpuan dipadati ummat Islam dari kalangan aktivis perempuan dan laki-laki. Masing-masing mereka membawa bendera, mengenakan topi bertulisan kalimat Tauhid. Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk besar di depan tugu berisikan tulisan kalimat Tauhid.

“Kalimat Tauhid adalah inti dari agama Islam. Kenapa ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kalimat Tauhid tersebut. Kami mempertanyakan agama mereka. Jangan mengaku Islam kalau tidak percaya dengan kalimat Tauhid tersebut,” ujar Bapak ustadz Syarifuddin caniago, peserta aksi lainnya.

Menurut Bapak Syarifuddin peserta aksi lainnya, ia dan kawan-kawannya turut ikut aksi damai turun ke jalan membela kalimat Tauhid dari tangan-tangan dan tindakan orang-orang yang terkutuk. Kehadirannya pada aksi tersebut, ia mengatakan sebagai wujud untuk membela agama Islam dari tindakan orang atau oknum, atau organisasi yang tidak senang dengan kalimat Tauhid tersebut.

Reporter : Lily Lubis

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play