Buka Lahan Perkebunan, Satu Warga Banua Simanosor Tewas Tertimpa Pohon

Ilustrasi

Nagajuang, StArtNews-Ismail Ritongan (27 tahun) warga Desa Banua Simanosor, Kecamatan Nagajuang tewas tertimpa pohon yang menyeretnya sejauh 20 meter ke jurang yang ada di lokasi pembukaan lahan pribadi, Kamis (4/3).

Menurut sumber yang enggan namanya dituliskan, Ismail dan sejumlah warga lainnya melakukan pembukaan lahan yang diduga kawasan hutan lindung di hulu Desa Banua Rakyat, Kecamatan Nagajuang.

Saat itu, diceritakan, Ismail berteduh di bawah pohon berumur. Tiba-tiba pohon tersebut tumbang dan menimpa Ismail. Tubuhnya terpental ke jurang yang ada di lokasi.

Warga yang berada di lokasi seketika berusaha membantu Ismail dan membawanya ke Puskesmas. Namun, dalam perjalanan ke rumah sakit rujukan di Medan nyawa Ismail tak tertolong. Ismail meninggalkan satu istri yang sedang hamil dan satu anak.

“Lalu, setelahnya Ismail dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, kemudian dirujuk ke rumah sakit di kota Medan. Di tengah perjalanan, ia menghembuskan napas terakhirnya.,” kata sumber tersebut.

Selain Ismail, Wawan (35) turut menjadi korban tumbangnya pohon tersebut. Beruntung ia hanya mengalami luka ringan dan masih dalam perawatan medis di rumah sakit.

Sumber itu juga mengungkapkan, lahan perkebunan yang berada di hulu Desa Banua Rakyat Kecamatan Nagajuang dibuka oleh warga Desa Banua Simanosor sesuai keputusan aparat pemerintahan desa yang diumumkan melalui pengeras suara masjid setempat.

Namun jela sumber itu, ia tidak tahu persis, apakah lahan hutan perkebunan yang dibuka warga milik pribadi atau hutan lindung. Lahan perbukanan itu nantinya akan di kelolala warga dan sebagian lagi akan dipergunakan untuk kebutuhan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes).

Meski demikian, kepolisian setempat mengatakan, kejadian yang menimpa Ismail dan Wawan hingga Jumat (5/3) laporannya belum masuk.

StArtNews juga sudah berusaha mengonfirmasi, Kepala Desa Banua Simanosor, tetapi belum direspon.

Sementara Camat Naga Juang Muksin mengatakan, ia megakui tidak tahu kepastian penyebab yang menimpa warga. Hanya saja katanya, ia mendapatkan laporan dari Kepala Desa Banua Rakyat, bahwa warga pergi ke hutan untuk membuka lahan perkebunanan.

“Saya tidak tahu pastinya (kronologis kejadian- red), kalau yang meninggal saya tahu tidak ada, itu pun karena saya dapat cerita dari kepala Desa Banua Rakyat semalam, yang katanya ada warga menumbang kayu untuk membuka lahan perkebunan, dan di saat itu ada warga menumbang pohon berdekat-dekatan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Nagajuang membatah warga menumbang kayu di kawasan hutan lindung untuk dipergunakan kebutuhan Bumdes Banua Simanosor. Ia mengakui, lahan yang dibuka untuk perkebunan tersebut adalah milik pribadi.

Reporter: Hasmar Lubis

Editor: Roy Adam

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi