Covid-19 dan Pandangan Islam dalam Menyikapinya

Foto: Gumri Panawari Lubis, Penulis.

OPINI-Saat ini hampir seluruh negara di dunia dihadapkan pada masa sulit karena merebaknya wabah virus Corona (covid-19). Covid-19 ini pada mulanya terjadi di satu pasar seafood di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada akhir Desember 2019.

Virus ini menyebar dengan cepat melalui penderita kepada orang lain hanya dengan bersentuhan tangan, melalui droplet, atau pun penularan melaui udara. Virus ini berkembang dengan cepat pada penderitanya ditandai dengan gejala demam, kelelahan, pilek dan batuk kering. Paling parah,  ketika pasien menderita sesak napas. Masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari dan bisa mengakibatkan kematian.

Banyaknya orang yang terinfeksi disebabkan banyak hal, seperti kurangnya pemahaman masyarkat tentang virus ini, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan tidak mematuhi aturan pemerintah yang diperparah dengan banyaknya berita hoax yang beredar di tengah masyarakat.

Dalam pandangan Islam,  wabah virus ini bisa sebagai ujian dan bisa juga menjadi bala bagi suatu kaum agar kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Firman Allah dalam Alquran,  “Tidak ada suatu musibah yang turun di bumi juga yang menimpa diri-diri kalian kecuali telah dituliskan Allah. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. Maka tidaklah kita ditimpa dengan suatu musibah kecuali sudah dituliskan Allah SWT”.

Untuk pencegahan penyebaran suatu penyakit, Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati wilayah yang terkena wabah. Jika kita sedang berada di wilayah yang terkena wabah,  maka kita juga jangan keluar dari wilayah tersebut. Hal ini sesuai den gan hadis yang diriwayatkan Bukhari:  “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi di tempat kamu berada, maka janganlah tinggalkan tempat itu”.

Dalam kondisi saat ini disebut social distancing dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran penyakit ke wilayah lain. Wabah covid-19 ini bila kita rujuk hampir sama dengan kondisi yang terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Sehingga penangannannya pun hampir sama, salah satu caranya adalah diperintahkan untuk mengisolasi dan mengarantina para penderitanya di suatu tempat,  isolasi khusus jauh dari pemukiman penduduk. Ketika dikarantina penderita diperiksa secara detail untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sebagai seorang muslim selain melakukan karantina dan isolasi,  kita juga harus meningkatkan spritual, muhasabah diri dan menjadikannya sebagai jalan  mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita merasa tenang dan tidak khawatir yang berlebihan dalam menghadapi wabah virus Covid-19. Jadi, lockdown dan social distancing merupakan salah satu pilihan terbaik yang harus dilakukan untuk mencegah dan menghambat penularan virus ini.

 

Penulis: Gumri Panawari Lubis, NIM: 0202172018,

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan Perbandingan Mashab

KKN_DR 05 UIN SU

Komentar Anda

komentar

One comment

  1. Rofikoh Nasution

    Terima kasih, artikel nya sangat bermanfaat bagi saya dan mungkin bagi yang lain nya, dari atrikel saudara ini membuka pemikiran saya bahwa segala yang terjadi sudah Allah SWT tetapkan dan ini hanyalah tanda kebesaranNya, dan tidak terlalu khawatir ,selalu bersyukur dan tidak berputus asa akan pertolongan Allah SWT

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi