Hak Cipta @Redaksi

Dinilai Terlalu Disiplin, Guru dan Siswa Demo Kepala Sekolah SMA 3 Panyabungan

Panyabungan.StArtNewsPuluhan Guru-guru dan Pengurus OSIS SMA Negeri 3 Panyabungan melakukan aksi damai di SMA Negeri 3 Panyabungan. Mereka protes terhadap Kepala Sekolah Doharni Siregar yang dinilai arogansi terhadap para guru dan siswa sehingga membuat para guru tidak nyaman untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

Aksi Guru-guru ini dilaksanakan di lapangan sekolah dengan membawa spanduk yang mengecam tindakan Kepala Sekolah yang terkesan mengintimidasi guru.

Dari pernyataan bersama yang dibuat oleh Guru-guru dan Pengurus OSIS,  ada 11 poin yakni tuntutan yakni para guru dan siswa menilai bahwa Kepsek merasa memiliki sendiri sekolah,  kemudian segala urusan administrasi guru dan pegawai kerap dipersulit dan kerap kasar pada Guru-guru segingga guru kerap menangis selain itu,  kepsek kerap usil dengan urusan pribadi keluarga guru.

Dari sebelas poin tuntutan,  para guru menyimpulkan dengan sikap Kepala Sekolah,  Guru-guru merasa tertekan dan tidak nyaman untuk melaksanakan tugas. Para guru dan pengurus OSIS SMA 3 meminta agar Kepala Sekolah segera diganti karena beberapa kali sudah dilayangkan ke pihak Kepala Sekolah namun tak kunjung ada tanggapan.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh 33 guru sekolah SMA 3 Panyabungan.

Akibat aksi para guru dan pengurus OSIS tersebut, Proses Belajar mengajar pun terhenti.

Kepala Sekolah Doharni Siregar pada wartawan mengatakan, persoalan itu dipicu karena Disiplin. Tingginya Disiplin yang diterapkan Kepala Sekolah membuat para guru dan siswa tidak merasa nyaman.

Kemudian persoalan Kantin, seorang guru tidak sepakat dibuat kantin sekolah, padahal pemilik kantin sekolah sekaligus menjadi penjaga sekolah. “Permintaan guru-guru sebenarnya papar Doharni Siregar sudah mau diakomodir,  namun tunggu proses Ujian Nasional berlangsung. “

Dari 11 poin tuntutan guru intinya kata Doharni Siregar semua karena terlalu Displin.

Doharni Siregar menjelaskan, akibat aksi demo guru,  para siswa akhirnya terlantar,  proses belajar terhenti karena para guru memaksa.

Untuk menjembatani aksi, Pihak UPT Dinas Pendidikan Propinsi pun terpaksa turun ke lokasi dan melakukan mediasi dengan para guru dan Pengurus OSIS.

Reporter : Z Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...