menu Home chevron_right
Berita Sumut

Gubernur Sumut Perjuangkan Penambahan TKD Daerah Bencana

Redaksi | 13 Agustus 2026

Batam, StartNews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memperjuangkan penambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) bagi wilayah terdampak bencana sekaligus mempertanyakan kepastian acuan anggaran penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2027.

Bobby Nasution menyampaikan hal itu kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Forkopimda se-Sumatera yang berlangsung di Ruang Balairungsari Gedung BP Batam, Rabu (12/8/2026).

Bobby menjelaskan kepastian acuan anggaran mendesak karena pemerintah daerah di Sumatera Utara saat ini menyusun Perubahan APBD 2026 dan bersiap mengarah ke tahapan penyusunan R-APBD 2027.

“Bagi kami daerah terdampak bencana yang kemarin TKD-nya dipulihkan, ini menjadi pertanyaan besar saat menyusun anggaran 2027. Apakah menggunakan anggaran murni 2026 sebelum TKD dikembalikan, atau setelah pemulihan TKD? Nilai Sumut itu sekitar Rp1,1 triliun, tentu ini sangat menentukan perencanaan kegiatan di lapangan,” tegas Bobby.

Menanggapi hal itu, Mendagri Tito Karnavian menyatakan pihaknya telah mengajukan usulan kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas terkait tiga skenario alokasi TKD 2027, yaitu skenario maksimal sebesar Rp982 triliun, skenario moderat Rp932 triliun, dan skenario minimal Rp910 triliun.

Tito menekankan keputusan akhir besaran alokasi berada di tangan Presiden. Namun, Kemendagri menetapkan dua kelompok daerah sebagai prioritas utama jika ada penambahan anggaran.

“Pertama itu daerah terdampak bencana, termasuk wilayah di Sumatera, Flores, hingga Kepulauan Sitaro. Kemudian adalah daerah berkapasitas fiskal rendah yakni daerah dengan Pendapatan Asli Daerah kecil agar tidak mengganggu belanja wajib dan pembangunan,” ujar Tito.

Tito juga meminta para kepala daerah untuk menunggu kepastian angka resmi yang akan disampaikan dalam Pidato Presiden mengenai Nota Keuangan RAPBN 2027 pertengahan Agustus ini.

“Kuncinya ada di pengumuman pertengahan Agustus ini. Dari situ kita bisa melihat apakah angka TKD naik atau tidak. Begitu data resmi keluar, jika belum di-breakdown per daerah, kami akan memberi masukan agar daerah bencana dan berfiskal rendah menjadi prioritas utama,” jelas Tito.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga mengapresiasi kecepatan penanganan sektor kesehatan pascabencana di Sumatera, sembari memberi perhatian pada dinamika infrastruktur dan stabilitas harga material bangunan setempat.

Reporter: Sir

Komentar Anda

komentar

Written by Redaksi

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play