menu Home chevron_right
Berita Madina

Haji Miswar Hadiri Undangan Pesantren Darul Hadist Peringati Tahun Baru Hijriah

Ade | 26 Oktober 2015

indexUntuk mempererat ukhuwah islamiyah dalam rangka menjalin hubungan silaturahim, senin (26/10), calon Bupati dan Wakil Bupati Madina 2016 -2021 nomor urut 3, Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay, S. Pd menghadiri undangan dalam rangka penyambutan tahun baru 1437 Hijriah yang sekaligus penutupan perlombaan antar pelajar ponpes Darul Hadist Huta Baringin Kecamatan Siabu.

Dalam itu juga dihadiri partai pendukung Haji Miswar yakni DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina dan DPD II Partai Golkar Madina dalam hal ini dihadiri langsung ketua DPC PPP, Ahmad Rijal Lubis, S. Pd. I, Ir. Amin Daulay yang mewakili dari DPD II Partai Golkar dan Al Ustadz Haji Hasan Tanjung penceramah didalam acara tersebut.

Mudir Pesantren Darul Hadist, Al Ustadz Haji Ali Amri dalam sambutannya dihadapan para undangan dan santri Darul Hadist menyatakan, kegiatan perlombaan untuk menyambut tahun baru 1437 Hijriah ini setiap tahun selalu kita laksanakan, dan tahun ini sedikit lebih meningkat berkat bantuan dan dukungan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay, S. Pd.

” saya berharap, bantuan dan dukungan yang ikhlas dari adinda Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay, S. Pd, menjadi amal jariyah buat mereka dan semoga Allah SWT mengabulkan dan mengijabah semua keinginan dan niat kedua adinda saya ini dalam pilkada Madina 9 Desember 2015 mendatang menjadi pemimpin di Kabupaten Madina yang kita cintai ini, Aamiin Yarobbal Aalamiin “pintanya

Insyaallah pada intinya, Kami dari pesantren Darul Hadist siap 99 persen mendukung calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3, Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay, S. Pd pada pemilihan 9 desember 2015 mendatang ” tegasnya

Sementara itu, Calon Bupati Madina 2016 – 2021 nomor urut 3, Saparuddin Haji dalam sambutannya usai acara pemberian hadiah kepada para santri pemenang lomba mengatakan, momentum memperingati tahun baru islam adalah menyemangati kita untuk berbuat lebih baik dan lebih bermanfaat untuk masa yang akan datang.

” itulah menurut saya sesungguhnya inti dari terlaksananya acara kita pada hari ini ” tegas Saparuddin Haji Alias Akong putra ulama dan tokoh masyarakat Madina, Haji Ismail Hakim Lubis itu.

Lanjutnya, saya sebagai alumni seorang santri sangat setuju dengan diresmikannya hari santri nasional pada tanggal 22 Oktober 2015 kemaren oleh Presiden Joko Widodo, karena santri yang sebenarnya seorang pejuang sejak dari dulu, sekarang telah di akui keberadaannya oleh negara.

Dan, perjuangan kami yang dulunya diawali dari pesantren Darul Hadist ini, saya harap nantinya tetap istiqomah untuk berjuang bersama memenangkan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor 3, Saparuddin Haji dan Miswaruddin Daulay, S. Pd ” ujar Haji.

Sedangkan calon wakil Bupati Madina, Miswaruddin Daulay, S. Pd dalam sambutannya dihadapan ratusan santri dan masyarakat mengutarakan, saya pribadi sangat merasa terharu dan bangga atas sambutan santri dan masyarakat kepada kami.

Kemudian tambah Miswaruddin Daulay, S. Pd mantan dosen Unimed ini, kini sudah saat ini para alumni dan santri untuk bergabung mendukung paslon nomor 3, karena saya salut dengan calon Bupati Kita yang tamatan santri Musthafawiyah Purba baru berani untuk berjuang merebut kepemimpinan di bumi gordang sambilan pilkada Madina periode 2016-2021, demi membawa Madina ke arah perubahan yang lebih sehat dan ceria.

“Niat baik untuk membawa perubahan di daerah yang kita cintai ini, sudah selayaknya bersama-sama kita dukung, karena apapun impian kami ini tidak akan terwujud apabila tidak ada dukungan dari masyarakat Madina ” ungkapnya.

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play