Ini Teknologi Ramah Lingkungan Yang Perlu Kamu Tahu

Foto: Ilustrasi Energi Ramah Lingkungan

Saat ini, kita pasti sudah paham tentang perubahan iklim pemanasan global akibat revolusi industri yang terjadi di dunia. Sehingga muncul berbagai teknologi ramah lingkungan yang bermanfaat untuk  kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerusakan alam lebih parah lagi.

Bahkan, sekarang banyak aktivis yang menggalakkan gerakan teknologi ramah lingkungan dalam kesehariannya. Karena masih banyak orang yang belum terlalu peduli dan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan ini akan tercipta lingkungan yang bersih bebas dari segala macam pencemaran.

Apa yang dimaksud teknologi ramah lingkungan?

Teknologi Ramah Lingkungan adalah teknologi yang menggunakan konsep baik pembuatannya hingga penerapannya menggunakan bahan baku yang sangat ramah lingkungan. Prosesnya pun sangat memperhatikan lingkungan sekitar agar aman dan bersahabat dengan makhluk hidup. Ini dilakukan agar tidak terjadi pencemaran kerusakan lingkungan hidup.

Yang menjadi permasalahan adalah teknologi ramah lingkungan ini memerlukan biaya yang sangat mahal bila dibandingkan dengan teknologi konvensional. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri untuk menciptakan teknologi ramah lingkungan dengan harga terjangkau untuk banyak masyarakat berbagai kalangan.

Ternyata ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi ramah lingkungan:

  1. Refine, yaitu penggunaan bahan yang ramah lingkungan dengan proses aman.
  2. Reduce, yaitu pengurangan jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan
  3. Reuse, yaitu pemakaian kembali bahan-bahan yang tidak terpakai atau sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.
  1. Recycle, yaitu penggunaan kembali bahan-bahan atau limbah dan diproses dengan cara yang sama.
  2. Recovery, yaitu pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan yang lain.
  3. Retrieve Energy, yaitu penghematan energi dalam suatu proses produksi.

Regulasi Teknologi Ramah Lingkungan

Tapi ada regulasi juga yang mengatur dalam pembuatan teknologi ramah lingkungan ini. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi harus efisien dalam penggunaan sumber daya alam yang ada (Air, energi, penggunaan bahan baku, penggunaan bahan kimia) . Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengembangkan Sistem Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan. Verifikasi dilakukan oleh Komite Teknis Verifikasi Teknologi Ramah Lingkungan yang beranggotakan dari instansi pemerintah (KLHK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, LIPI, BPPT) dan praktisi dari Swasta (KADIN) maupun asosiasi (Asosiasi Pengendali Pencemaran Lingkungan Indonesia, Ikatan Auditor Teknologi Indonesia). Verifikasi ini dilakukan terhadap klaim kinerja ramah lingkungan dari teknologi yang diajukan oleh perusahaan penyedia teknologi.

Hasil verifikasi nanti akan mendapatkan Surat Registrasi Teknologi dengan Klaim Ramah Lingkungan yang diterbitkan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dan pembuat teknologi ramah lingkungan ini wajib 6 bulan sekali melaporkan hasil penerapan teknologinya.

Ini beberapa teknologi ramah lingkungan yang membawa dampak positif  di kehidupan sehari-hari yang perlu kita tahu :

  1. Kincir Angin

Teknologi Ramah Lingkungan kincir angin ini sudah sangat terkenal sejak lama dan sudah banyak diterapkan di mana-mana. Teknologi ini menggunakan sumber energi angin sebagai pengganti bahan bakar menggunakan kincir atau baling-baling yang bisa menjadi energi listrik. Yang paling melegakan, kincir angin ini tidak menyebabkan polusi udara sama sekali. Di Indonesia ada PLTB Sidrap yang menggunakan kincir angin sebagai energi listriknya.

  1. Lemari Es Tanpa Listrik

Ini merupakan ciptaan Arya Nardhana dan Sanika Putra, siswa SD Al Azhar 14 Semarang yang membuat lemari pendingin tanpa listrik . Lemari es ini bisa menjaga sayuran tetap segar hingga satu minggu tanpa listrik. Bahannya styrofoam, pasir dan air dingin saja. Ternyata pasir bisa menjaga suhu untuk tetap dingin.

Penemuan ini dipresentasikan di ajang World Creativity Festival yang diselenggarakan di Korea Advanced Institute and Technology (KAIST) di Daejeon, Korea Selatan pada tahun 2015. Dan menjadi ide untuk lahirnya penemuan lemari es tanpa listrik selanjutnya.

  1. Lampu Seumur Hidup

Dengan menggunakan bakteri bioluminescence warna biru yang ada pada tubuh cumi-cumi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya ini bisa membuat lampu hemat energi yang bisa bertahan seumur hidup. Semakin banyak bakterinya, maka lampu yang ada juga akan semakin terang. Bila bakterinya mati akan otomatis hidup bakteri indukan baru karena itulah lampu bisa menyala seumur hidup.

  1. Biogas

Biogas dapat dihasilkan dari fermentasi bahan organik, termasuk salah satunya adalah kotoran hewan dan limbah domestik untuk memenuhi kebutuhan energi manusia. Ini terjadi karena karbondioksida dan metana pada kotoran yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun listrik. Pengelolaan limbah yang besar dapat terpecahkan dengan bahan bakar biogas.

  1. Mobil dan Motor Listrik

Saat ini, banyak sekali kita temukan mobil atau motor listrik dan jumlah penggunaanya semakin lama semakin meningkat. Ini bisa sangat menghemat karena selain bahan bakar fosil semakin berkurang, perawatannya pun lebih mudah. Dengan motor dan mobil listrik yang sangat ramah lingkungan, diharapkan tidak ada lagi emisi yang merusak lingkungan.

Sumber: Opini.id

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi