menu Home chevron_right
Berita Sumut

Kafilah Sumut Siap Berikan yang Terbaik

Ade | 5 September 2018

Kafilah asal Sumatera Utara (Sumut) siap untuk memberikan yang terbaik dalam Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat (MTQ) Nasional XXVII yang akan digelar di Sumut. Sebanyak 54 peserta sudah dipersiapkan dengan matang untuk mengharumkan nama Sumatera Utara (Sumut) di panggung nasional.

Selaku tuan rumah MTQ Nasional XXVII, Sumut ingin memberikan yang terbaik pada ajang bergengsi ini, sehingga Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Utara benar-benar serius mempersiapkan Kafilah-kafilahnya. Sejak bulan Februari LPTQ sudah mulai mempersiapkan Kafilah Sumut untuk MTQ Nasional XXVII. Tidak hanya belajar di Sumut, mereka juga menimba ilmu di luar provinsi.

“Belum pernah persiapan kita semaksimal ini menghadapi MTQ Nasional. Saya bergabung dengan LTPQ sejak tahun 90-an, kali ini lebih matang dan lebih maksimal,” kata Ketua Panitia Pemusatan Peserta, Palit Muda Harahap saat diwawancarai di kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/9).

Dijelaskan Palit, saat ini pihaknya sudah menggelar Training Centre (TC) peserta di berbagai tempat, diantaranya di pesantren milik Adli Azhari yang juga merupakan qari internasional. Di tempat ini dititipkan enam orang putra-putri selama tiga bulan. Kemudian di Lembaga Kaligrafi AlQur’an (Lemka) Sukabumi dititipkan delapan orang putra/putri dan yang dewasa untuk Qiraat Sab’ah putra/putri dititipkan di rumahnya Yusnar Yusuf Rangkuti, seorang qari internasional dan dewan hakim.

“Mereka berlatih 10 hari dalam satu bulan. Mereka itu latihannya berpindah-pindah dari satu qari ke qari yang lain, jadi pelatih mereka tidak hanya satu, mereka mengundang juara-juara qari internasional untuk melatih peserta seperti H Adli Azhari, Hj Mawaddah, Hj Maria Ulfa, Muhammad Ali dan lainnya,” papar Palit.

Dalam menentukan perwakilan Sumut di MTQ Nasional XXVII, Palit mengatakan LPTQ juga berupaya memilih dengan seobjektif mungkin melalui penilaian para pelatih qari nasional. Hal ini dilakukan, karena pelatih-pelatih qari nasional dianggap lebih mengerti mengenai kriteria-kriteria yang dibutuhkan untuk MTQ Nasional.

“Juara 1, 2 dan 3 dari (MTQ Provinsi Sumut 2017) kita panggil kembali lagi pada bulan Februari lalu kita TC hingga bulan Maret. Kemudian kita himpun lagi mereka di Parapat, kita TC kembali dan kita undang pelatih-pelatih nasional seperti Adli Azhari Nasution, Ahmad Muhajir dari Jakarta dan Rusli dari Sumatera Barat.

Mereka yang menentukan peserta-peserta yang akan maju di MTQ Nasional dari kategori anak-anak hingga dewasa, jadi yang menentukan bukan kita lagi karena mereka yang tahu bagaimana kehendak nasional itu,” tambahnya.

Namun, ketika ditanya target Sumut pada MTQ XXVII ini, Palit Muda Harahap mengatakan pihaknya tidak menentukan target karena ini merupakan ibadah. Hal yang terpenting adalah mempersiapkan Kafilah sebaik-baiknya.

“Di Alquran kita tidak boleh membicarakan target, target kita mereka ini dilatih bagaimana agar tampil terbaik di nasional. Bila sudah memberikan yang terbaik yang menanglah itu,” ujar mantan Ketua Dewan Hakim Sumut ini.

Dalam ajang MTQN XXVII yang akan digelar pada 4-13 Oktober mendatang, Sumut akan mengisi seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan di MTQ Nasional XXVII. Dimana sebanyak 54 kafilah putra dan putri akan mengikuti lomba Tilawah, Tartil, tuna netra, anak-anak, remaja, dewasa, qira’at sab’ah mujawwad, qira’at sab’ah murattal remaja dan dewasa.

Sedangkan untuk Tahfiz akan mengikuti kategori 1, 5, 10, 20, dan 30 Juz dan Tilawah. Selain itu juga di bagian Tafsir Bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Arab kemudian Syarhil dan Fahmil Qur’an serta MMQ. Untuk Khattil Qur’an putra dan putri ada penulisan naskah, hiasan mushaf, dekorasi dan kontemporer.

Sumber : sumutpos.co

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
Pengedar Sabu Bermodal HT Diringkus, Polres Tapteng Buru Pemasok Utama
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play