Komisi IX DPR: Kasus Antigen Daur Ulang di Kualanamu Kejahatan Pidana Besar

Anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi. (Ist)

Medan, StartNews – Anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi berang menanggapi kasus penggunaan antigen daur ulang yang dilakukan mantan pegawai Kimia Farma Diagnostik (KFD) di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara pada April 2021. Dia menyebut kasus ini sebagai kejahatan pidana besar.

“Ini adalah kejahatan pidana besar, karena dilakukan dengan sengaja. Mencuci dan sebagainya, cara membuka tidak sembarangan, sehingga bisa dipakai lagi dan terlihat seakan-akan baru,” kata Intan Fauzi saat mengikuti pertemuan Tim Kunspek Komisi IX DPR RI yang menggali informasi penyalahgunaan tes rapid antigen di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Jumat (28/5/2021).

Untuk itu, dia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai regulator bersikap tegas dalam menyikapi kasus tersebut.

“Harus ada ketegasan dari Kemenkes, karena biar bagaimanapun Kemenkes adalah regulator, dan ini bukan masalah kecil,” katanya.

Politisi Fraksi PAN ini mengatakan penggunaan kembali alat swab antigen meskipun sudah didaur ulang sangat berbahaya, karena terdapat banyak bakteri, virus, dan sumber penyakit lainnya pada alat tersebut.

“Setelah nanti ada investigasi dari polisi, apa ganti rugi buat korban? Jangan enak begitu saja, karena korban ini bisa terpapar bakteri, terpapar virus, bukan hanya hasilnya yang positif, namun juga berbagai penyakit,” tuturnya.

Menurut dia, temuan yang ada di Bandara Internasional Kualanamu ini runtutannya panjang dan bukan sekadar permasalahan konsumen saja. Karena kalau ini hanya masalah konsumen, ancaman 2 tahun dengan denda sebesar Rp 5 miliar itu masih terbilang kecil.

Reporter: Rls

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi