Lima Korban Meninggal, Warga Nilai OTP Tidak Peduli

Puncak Sorik Marapi, StArtNews-Pasca terjadinya kebocoran gas H2S milik perusahaan Geothermal Power atau OTP pada Senin (25/1) yang mengakibatkan 5 nyawa melayang dan puluhan lainnya terpaksa dirawat intensif, warga Desa Sibanggor Julu melampiaskan kekecewaan dengan melempari mini bus milik perusahaan.

Masyarakat meluapkan amarah karena menilai perusahaan tidak terlalu peduli dengan keadaan para korban. Selain itu masyarakat juga menilai perusahaan lalai dengan tidak memberitahu masyarakat secara maksimal terkait kebocoran gas. Akibatnya, banyak warga yang tetap melakukan aktivitas di lokasi kebocoran sehingga menghirup gas H2S tersebut.

Kariamin, salah satu warga menjelaskan pemberitahuan dari pihak perusahaan hanya menggunakan selebaran sehingga banyak warga yang tidak tahu. Ia menilai hal ini merupakan bentuk kelalaian perusahaan.

Lebih lanjut ia menyampaikan seharusnya perusahaan melakukan upaya maksimal untuk memberitahu warga sehingga kejadian ini terelakkan.

Kariamin menambahkan tidak ada penanganan dari pihak perusahaan saat kejadian, hanya warga yang berupaya menyelamatkan para korban.

Sementara itu, Iksan, salah satu korban memaparkan ia turut menjadi korban yang menghirup gas H2S tersebut saat mencoba membantu warga yang terlebih dahulu menjadi korban. Ia menyampaikan perusahaan terkesan tidak peduli dengan para korban.

“Saat saya berupaya menyelamatkan sejumlah orang yang sudah tergeletak akibat menghirup gas H2S itu, karyawan perusahaan malah berlarian, bukan menolong warga, ini yang membuat warga emosi ditambah lagi tidak ada pengumumam saat pihak perusahaan melakukan pembukaan lubang Gas,” papar Iksan.

Saat berita ini dirilis, gas H2S di lokasi kejadian dinyatakan sudah hilang dan warga sudah mulai melakukan penyisiran untuk mencari kemungkinan ada korban tambahn.

Tim Redaksi StArtNews

Komentar Anda

komentar

One comment

  1. Mungkin ada dulu sumpahyg kelterlaluan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi