menu Home chevron_right
Berita MadinaBerita SumutStart News

Magnet Karnaval Sepikan Pameran Pembangunan

Ade | 9 Maret 2017

Foto : Hanapi Lubis

Panyabungan, StArt News-Fantastik luar biasa magnet dari acara karnaval yang berlangsung pada Rabu sore (8/3) dalam rangka turut menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mandailing Natal (Kab. Madina) ke 18. Karnaval ini diikuti dari mulai sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) juga dari instansi Pemkab Madina serta tidak ketinggalan unsur masyarakat dan unsur perusahaan swasta. Kendatipun di bawah cuaca terik matahari yang begitu menyengat namun animo masyarakat untuk menyaksikan karnaval ini tidak ciut, bahkan rela berdesak-desakan kendatipun berjam-jam berdiri di pinggir jalan menunggu parade karnaval lewat.

Parade karnaval ini telah menghipnotis dengan dahsyat masyarakat Madina, ini terbukti banyak desa dan kelurahan mendadak sepi saat parade karnaval akan dilaksanakan. Bahkan jalan-jalan tertentu pun harus ditutup demi menjaga damainya acara karnaval ini. Jalan raya mulai dari jalan Merdeka Kelurahan Kayu jati terpaksa ditutup karena peserta parade titik kumpulnya mulai dari Jalan Merdeka depan Kantor Polsek Panyabungan hingga Jalan Willem Iskander tepatnya depan pusat pasar Baru Panyabungan peserta parade karnaval berakhir. Sepanjang sekitar dua kilometer itu dipadati masyarakat untuk menyaksikan parade karnaval ini, satu jalur jalan raya dimatikan untuk masyarakat menonton parade ini dengan tanpa menghiraukan panas teriknya matahari.

Bukan itu saja parade karnaval inipun benar benar telah menghipnotis masyarakat sehingga pameran pembangunan yang berada di Taman Raja Batu Aek Godang desa Parbangunan Panyabungan dibuatnya sepi pengunjung. Pameran pembangunan yang baru hari Senin (6/3) diresmikan Bupati pembukaannya juga dalam rangka menyemarakkan HUT Kab. Madina ke 18 benar-benar lengang dibuatnya. Dari pantauan Realitas hanya ada beberapa orang saja itupun hanya penjaga stand, kalau masyarakat pengunjung tidak ada lagi kelihatan, hanya beberapa orang yang kelihatan itupun karena mereka mengikuti perlombaan marhaban dipanggung anjungan Raja Batu. Bahkan perkantoran Pemkab Madina ada yang sudah tutup karena mengikuti turut serta dalam barisan parade karnaval dengan hiasan hiasan kendaraannya.

Parade karnaval yang senantiasa dihadirkan dalam rangka memperingati HUT Proklamasi dan HUT Kab. Madina memang tak pernah sepi dari perhatian masyarakat Madina. Magnet parade karnaval ini benar benar sangat menghipnotis masyarakat mulai dari anak anak sampai orang tua. Masyarakat memang sangat antusias untuk menyaksikan hal ini kendatipun harus merogoh kocek yang tidak sedikit anggarannya, masyarakat tidak peduli mau hujan ataupun panas terik menyengat, semua terindahkan asal tetap dapat melihat ada apa dalam parade karnaval ini. Parade karnaval yang menampilkan mobil mobil hias dari instansi pemerintah maupun swasta dan permainan drumband anak-anak sekolah dan juga penampilan barisan Bhinneka Tunggal Ika yaitu dengan menampilkan busana busana adat daerah, satu persatu melewati panggung kehormatan yang diisi Bupati/Wakil Bupati dan tamu undangan serta pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pantuan StArtNews dalam parade karnaval kali ini di panggung kehormatan tidak banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina yang hadir hanya Ibu Ketua Dewan Hj. Eli Artati S.Ag, Wakil Ketua Ir. Zubeir Lubis dan H. Dahler Nasution, SP anggota, hanya ini nampak hadir. Demikian juga saat acara pembukaan pameran pembangunan, nyaris sama dari tiga puluh sembilan orang anggota DPRD Madina hanya sekitar lima orang yang kelihatan hadir.
Reporter : R Ray

Editor : Hanapi Lubis

Komentar Anda

komentar

Written by Ade

Comments

This post currently has no comments.

Leave a Reply


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses


  • Acara Saat Ini
  • Acara Akan Datang



Pilihan Redaksi

Jamaah Umrah Ditelantarkan, Leader Travel SAH Dukung Keluarga Korban Lapor ke Polres Madina
Redaksi | 19 Agustus 2026
Panyabungan, StartNews— Kantor Kementerian Haji dan Umrah Mandailing Natal (Kemenhaj Madina) Ahmad Zainul Khobir membantah kabar yang menyebutkan pemerintah akan menanggung atau mengembalikan dana puluhan jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah        Suci. Sebanyak 30 jamaah asal Mandailing Natal (Madina) saat ini dievakuasi ke Asrama Haji Medan akibat ditinggalkan pimpinan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) di area Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Beredarnya informasi di kalangan keluarga korban yang mengklaim Kemenhaj akan menalangi dana jamaah umrah langsung dibantah Kepala Kantor Kemenhaj Madina Ahmad Zainul Khobir, Rabu (19/8/2026). Khobir menegaskan instansinya tidak memiliki kewajiban finansial atas insiden tersebut, karena agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH) beroperasi secara ilegal dan keberangkatan jamaah dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. Khobir mengatakan pihaknya baru mengetahui kasus ini setelah para jamaah terlantar di Medan dan kesulitan menghubungi penanggung jawab travel yang bernama Alwi Batubara sejak pukul dua dini hari. Dia memastikan institusinya tidak pernah menerima laporan pendaftaran dari agen travel SAH. “Kementerian Haji tidak ada terkait dana kepada mereka. Karena pada intinya, yang berangkat mereka dari Kabupaten Mandailing Natal, dari Kementerian Haji dan Umrah tidak tahu-menahu dan mereka tidak melaporkan ke kita. Di Mandailing Natal sampai sekarang travel umrah belum ada yang melapor kepada kita. Siapa dia, travel dari mana, kita enggak tahu,” ungkap Khobir. Meski menolak bertanggung jawab secara material, Kantor Kemenhaj Madina bersama Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara tetap memberikan pendampingan atas asas kemanusiaan dan perlindungan warga. Langkah mediasi telah dilakukan dengan mendatangi kediaman orangtua dan adik Alwi Batubara di Jalan Bhakti ABRI Panyabungan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, pihak keluarga mengaku putus kontak dengan Alwi Batubara. Saat ini, nasib 30 jamaah umrah tersebut berada di bawah pemantauan Kanwil Kemenhaj Sumatera Utara yang terus mengupayakan jalan keluar terbaik. Khobir menjelaskan, apabila mediasi dengan leader atau pihak ketiga dari agen travel SAH menemui jalan buntu dan tidak ada yang bersedia memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci, opsi terakhir yang disiapkan Kanwil Kemenhaj Sumut adalah mengevakuasi seluruh jamaah ke Asrama Haji Medan sebelum dipulangkan kembali ke kampung halaman masing-masing di Madina. Reporter: Sir
Redaksi | 19 Agustus 2026
Jamaah Umrah Asal Madina Dipindah ke Asrama Haji, Travel SAH Ternyata Ilegal
Redaksi | 19 Agustus 2026
Polda Sumut Tangkap Dua Kurir 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang
Redaksi | 19 Agustus 2026
Catut Bayi Meningitis di RSUD Pandan via QRIS, Orangtua Tempuh Jalur Hukum
Redaksi | 19 Agustus 2026
  • play_circle_filled

    Streaming StArt 102.6 FM Panyabungan

play_arrow skip_previous skip_next volume_down
playlist_play