Massa Mulai Bakar Ban Bekas di Jalan Raya

Kepulan asap tebal diduga ban bekas yang di bakar oleh warga pengunjuk rasa di tengah jalan lintas sumatera.

Panyabungan.StArtNews– Kepulan asap tebal terlihat dari jarak 1 kilo meter dari Mako Polres Mandailing Natal, di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara. Kepulan asap itu diduga ban bekas yang dibakar pengunjuk rasa. Wartawan yang berupaya masuk ke lokasi konsentrasi aksi dilarang sehingga para peliput berita hanya memantau dari jarak 1 km saja.

Sejauh ini, belum ada tindakan persuasif yang dilakukan pihak kepolisian untuk membuka blokade jalan lintas Sumatera yang dilakukan oleh warga Mompang Julu.

Blokade jalan sendiri diduga dipicu penangkapan 3 orang warga Mompang Julu yang diduga sebagai pelaku pembakaran 2 unit kendaraan roda empat salah satunya kendaraan dinas milik Wakapolres Mandailing Natal saat unjuk rasa pada Senin lewat.

Warga meminta ke-3 orang yang diamankan Polisi tadi malam dipulangkan. Sebagai bentuk protes terhadap penangkapan ke-3 orang itu, warga kembali blokade jalan lintas Sumatera.

Informasi yang diperoleh, sejumlah tokoh masyarakat Mompang Julu saat ini sedang melakukan pertemuan dengan Pemda Mandailing Natal, Kepolisian dan TNI. belum diketahui apa isi pertemuan tersebut. Namun, kabarnya pertemuan itu guna memediasi agar warga membuka blokade jalan

Sejauh ini sudah 5 jam lebih jalan lintas Sumatera diblokade warga. Dapat dipastikan, tidak ada celah untuk lewat karena dikabarkan semua jalan pintas juga dijaga ketat oleh warga. Praktis hanya jalur barat yang bisa dipergunakan, yakni melintasi desa Panyabungan Julu menuju Desa Sayur Maincat dan keluar di Desa Jambur.

Tim Redaksi StArtNews

Keterangan Photo: Kepulan asap tebal diduga ban bekas yang di bakar oleh warga pengunjuk rasa di tengah jalan lintas sumatera.

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...

Hak Cipta @Redaksi