Material Longsor di Jalinsum Muara Mais Dibersihkan

Material Longsor di Jalinsum Muara Mais Dibersihkan

Tambangan, StArtnews- Pasca longsor jalan Lintas Sumatera (Jalinsun) Muaramais Kec.  Tambangan Kab. Mandailng Natal  dua bulan lalu, pihak Balai  Jalan Jembatan Nasional membersihkan  material longsor yang ada di badan jalan,

Pantauan di lapangan, Selasa (5/2), pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat berat milik PT. Karya Muda. Material longsor langsung dibuang dengan Damp Truk kesuatu tempat.  Alat berat ini sudah bekerja mulai tiga hari lalu. “Material longsor banyak sekali, alat berat sudah mulai bekerja tiga hari lalu”, ujar salah seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.

Diangkatnya material longsor ini tentunya cukup menggembirakan pengguna jalan. Sebab,  material longsor yang menimpa badan jalan selama ini cukup mengganggu pengguna jalan.  Bahkan kecelakaan sudah berulang kali terjadi di kawasan ini selama dua bulan terakhir. Walaupun  tidak mengambil korban jiwa, namun keberadaan material longsor ini cukup menganggu pengguna jalan.

Muhammad Iqbal, salah seorang sopir angkot trayek Panyabungan – Kotanopan yang dihubungi mengatakan, diangkatnya material longsor ini sangat memperlancar arus lalu lintas. Selama ini,  untuk melewati jalur ini harus menggunakan sistem buka tutup. “Kita harus sabar antre disini,  akibat longsor badan jalan menjadi sempit ditambah lagi air mengalir di badan jalan karena parit jalan sudah tertutup” ujarnya.

Informasi yang dihimpun StArtNews, material longsor yang akan dibersihkan ini hanya di seputaran Jalinsum Muara Mais saja. Di kawasan ini memang terdapat beberapa titik longsor yang  cukup parah. Pihak Balai  Jalan Jembatan Nasional  dianggap terlalu lamban membersihkan material longsor ini.

Sebagaimana diberitakan dua bulan lalu, hujan deras yang terus mengguyur kawasan Mandailing Natal mengakibatkan Jalan Nasional kawasan Muara Mais  kembali tertimpa longsor. Akibatnya, jalur ini sempat macet sekitar 3 jam

Material longsor yang menimpa kawasan ini ada sekitar 8 titik saling berdekatan. Namun  titik terparah ada dua titik, yaitu dikawasan perbatasan Muara Mais dengan Kotanopan. Di dua titik ini material longsor cukup banyak. Material tanah dan kayu hampir menimbun semua badan jalan. Sedangkan kenderaan hanya bisa lewat sistem buka tutup.

Selain material longsor, air juga turut mengalir di badan jalan. Bekas bekas potongan kayu masih terlihat menumpuk bercampur dengan  material longsor. Selain mengalami kemacetan,  kayu  dan longsor ini juga sempat menimpa jaringan listrik yang mengakibatkan aliran listrik di kawasan Kotanopan dan sekitarnya padam beberapa jam.

Reporter : Lokot Husda Lubis

Editor : Ody Eserge

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll To Top
Request Lagu
Loading...